KARAWANG, Spirit – Netralitas Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mulyajaya mulai menjadi sorotan. Sikap salah seorang anggota panitia yang diduga memberikan komentar pada unggahan kampanye salah satu bakal calon di media sosial dinilai dapat menimbulkan keraguan terhadap independensi penyelenggara Pilkades.
Sorotan tersebut disampaikan Sopyan Yunior, warga Desa Mulyajaya. Menurutnya, panitia Pilkades memiliki posisi berbeda dengan masyarakat umum karena mengemban tugas sebagai penyelenggara pemilihan yang dituntut bersikap netral.
“Setiap orang punya hak suara, sementara panitia Pilkades harus netral. Kalau mau berpihak ya mengundurkan diri saja,” tegas Sopyan.
Ia menilai hak politik setiap warga untuk menentukan pilihan tetap harus dihormati. Namun, ketika seseorang telah menjadi bagian dari panitia Pilkades, sikap dan tindakannya harus menjaga kepercayaan seluruh calon maupun masyarakat.
“Jangan sampai keberpihakan panitia justru menimbulkan kecurigaan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkades,” ujarnya.
Sopyan menegaskan, netralitas panitia menjadi salah satu kunci agar seluruh tahapan Pilkades berjalan secara adil dan hasil pemilihan nantinya dapat diterima serta dipercaya masyarakat.
Karena itu, ia meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mulyajaya melakukan evaluasi terhadap kinerja panitia. Ia juga berharap unsur monitoring di tingkat kecamatan dapat mencermati persoalan tersebut dan mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
“Yang paling utama adalah panitia harus netral. Kalau memang ingin memberikan dukungan kepada salah satu calon, lebih baik memilih untuk berhenti atau mengundurkan diri sebagai panitia. Dengan begitu, integritas Pilkades tetap terjaga dan hasilnya bisa dipercaya masyarakat,” pungkasnya. (red)
