Ramai Beras Bapang Bulog Dijual-belikan di Sosmed

KARAWANG, Spirit – Program Bantuan Pangan (Bapang) pemerintah kembali menjadi sorotan. Meski tertera pada kemasan beras bantuan pangan tulisan ‘tidak untuk diperjualbelikan’, sejumlah akun di media sosial Facebook kedapatan menawarkan beras tersebut untuk dijual secara terbuka atau terang-terangan kepada masyarakat.

Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah unggahan yang menawarkan beras Bapang dalam kemasan 10 kilogram. Salah satu penawaran bahkan menyebut harga Rp100 ribu per karung dan berlokasi di wilayah Rengasdengklok.

Munculnya beras bantuan pemerintah dalam transaksi jual-beli di media sosial tentu mengundang tanda tanya.

Mengapa beras yang diberikan secara cuma-cuma kepada penerima manfaat justru berakhir menjadi barang dagangan?

Kondisi ini memunculkan sejumlah spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya, apakah beras bantuan tersebut tidak sesuai dengan selera atau kebutuhan penerima sehingga lebih memilih mengubah bantuan dalam bentuk beras menjadi uang.

Namun demikian, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan. Diperlukan penelusuran untuk mengetahui alasan sebenarnya hingga beras Bapang bisa berpindah tangan dan ditawarkan secara terbuka melalui media sosial.

Bulog: Dilarang Diperjualbelikan

Di tengah fenomena tersebut, Bulog Karawang memberikan penegasan. Perwakilan Bulog Karawang, Akmal, menyatakan beras program Bantuan Pangan dilarang keras diperjualbelikan.

“Harusnya itu (Bantuan Pangan-red), ga boleh dijual-belikan,” tegas Akmal kepada awak media melalui layanan pesan WhatsAppnya.

Dengan demikian, kemunculan beras Bapang dalam aktivitas jual-beli bukan sekadar persoalan transaksi antarwarga. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena menyangkut bantuan pangan yang disalurkan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *