KARAWANG, Spirit – Wakil Ketua Umum (WKU) I KADIN Kabupaten Karawang, Aziz Mathori, mendorong penguatan peran santri dalam sektor ekonomi dan industri. Momentum Hari Santri Nasional 2026 dinilai menjadi peluang untuk memperluas kolaborasi antara pondok pesantren dan dunia usaha.
Hal itu disampaikan Aziz Mathori usai menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Karawang di Lapangan Plaza Pemda Karawang, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Aziz menilai santri memiliki potensi besar untuk memperkuat karakter bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jika kita ingin Indonesia Emas 2045, fondasinya harus dikuatkan oleh santri. Karawang ini daerah industri, tetapi juga daerah santri. Dua kekuatan ini harus bersatu, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Aziz.
Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kejujuran, integritas, dan etos kerja di tengah pesatnya industrialisasi Karawang. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membangun iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, pesantren juga memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan. Aziz menyebut lebih dari 150 pondok pesantren di Kabupaten Karawang berpeluang mengembangkan usaha di bidang agribisnis, kuliner halal, hingga ekonomi kreatif.
Namun, potensi tersebut dinilai belum terhubung secara optimal dengan rantai pasok industri besar yang beroperasi di Karawang dan sekitarnya.
“Pesantren jangan hanya menjadi pusat pendidikan dan kegiatan sosial. Potensi ekonominya juga harus dikembangkan agar santri dan masyarakat pesantren bisa merasakan manfaat pertumbuhan industri,” katanya.
KADIN Rencanakan Tiga Program
Sebagai bentuk komitmen, Aziz menyampaikan tiga program yang akan didorong KADIN Karawang untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Pertama, Santripreneur Karawang, melalui pendampingan terhadap 100 UMKM pesantren agar berkembang, memperoleh sertifikasi halal dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI), serta memiliki akses ke e-katalog KADIN.
Kedua, Pesantren Supply Chain Hub, yakni membuka peluang bagi produk pesantren, seperti beras, telur, sayuran, katering, dan konveksi, untuk menjadi pemasok bagi perusahaan di kawasan industri Karawang dan sekitarnya.
Ketiga, Beasiswa Wirausaha Santri, berupa kerja sama dengan pengusaha anggota KADIN untuk memberikan pelatihan pemasaran digital dan ekspor bagi santri tingkat akhir.
Aziz menegaskan, keterlibatan santri dalam pembangunan ekonomi tidak boleh sebatas kegiatan seremonial. Santri perlu memperoleh kesempatan untuk menjadi pelaku usaha, pemasok kebutuhan industri, hingga pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.
“Kami di KADIN tidak ingin santri hanya diundang untuk berdoa saat peresmian pabrik. Kami ingin santri ikut memiliki pabrik, ikut menjadi pemasok, dan ikut menikmati hasil dari industrialisasi Karawang,” tegasnya.
Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi para pengusaha untuk memperkuat kemitraan dengan pesantren, sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Selamat Hari Santri 2026. Mari kita kuatkan negeri ini dari Karawang. Santri Kuat, Karawang Maju, Indonesia Emas,” pungkas Aziz. (rls/red)
