RENGASDENGKLOK, Spirit



Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI, kembali dikeluhkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dusun Bojong Karya I Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok, Pasalnya kondisi beras yang mereka terima berkualitas buruk dan tak sesuai dengan harga yang telah ditentukan.

Dikatakan Idas, Warga Dusun Bojong Karya I Desa Rengasdengklok, kondisi beras yang diterimanya sangat tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

“Kondisi beras patah-patah (menir), mengeluarkan bau tak sedap dan jelas tidak sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Berbeda jauh apabila kita membelinya langsung di warung-warung dengan harga yang sama,” ketusnya, Jumat (15/2/2019).


Ditempat yang sama salah seorang tokoh pemuda Dusun Bojong Karya I, Ugay Mulyana juga mengatakan hal yang sama, selain kondisi beras yang tidak layak, dirinya pun mengaku masih merasa bingung tentang warga yang berhak menerima manfaat program BPNT.

“Banyak warga yang benar-benar tidak mampu tetapi tidak sama sekali menerima bantuan dari pemerintah ini, tetapi sebaliknya banyak warga yang terlihat mampu malah menjadi penerima manfaat program ini,” katanya kebingungan.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Fraksi Golkar, Asep Syaripudin mengatakan akan segera melakukan verifikasi dan validasi data penerima program BPNT tersebut.

“Segera melakukan verifikasi dan validasi data penerima agar program tersebut tepat sasaran,” jelasnya kepada Spirit Jawa Barat usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Cilebar, Jumat (15/2/2019).

Menurutnya terkait kualitas beras yang dianggap buruk oleh masyarakat, ia mendorong untuk dilakukannya evaluasi terhadap suplier terkait.

“Dalam hal ini tidak melibatkan satu pemasok, mungkin beda kecamatan beda juga pemasoknya. Tentu harus di evaluasi ulang pemasok atau suplier beras tersebut,” pungkasnya. (dar)