Jalan Rusak dan Siswa Viral Jadi Sorotan, Forum KUB Pertanyakan Peran 7 Anggota DPRD Dapil II Karawang

KARAWANG, Spirit – Viral-nya kisah seorang siswa SD yang harus berjalan kaki melintasi jalan rusak menuju sekolah kembali memantik perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Karawang Utara.

Jalan penghubung Desa Kemiri dan Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, yang juga menjadi akses utama menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga kini masih dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang rusak dan belum mendapatkan penanganan memadai.

Persoalan tersebut mencuat setelah beredar video seorang siswa SDN Kemiri 2 bernama Sultan Maulana (12) yang terlihat berjalan kaki seorang diri menempuh perjalanan cukup jauh menuju sekolah melalui ruas jalan yang rusak dan sepi.

Meski Sultan telah menerima bantuan satu unit sepeda dari Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Karawang, Abdul Azis, pada Kamis (4/6/2026), perhatian publik kini bergeser pada kinerja tujuh anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, dan Cilebar.

Ketua Forum Karawang Utara Bergerak (Forum KUB), Angga Dhe Raka, menilai para wakil rakyat yang berasal dari Dapil II seharusnya lebih responsif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah yang mereka wakili.

“Saya pernah menyampaikan bahwa masyarakat Karawang Utara sering kali hanya menjadi perhatian saat musim kampanye. Setelah itu seolah dilupakan. Hari ini publik bisa menilai sendiri, dari tujuh anggota dewan Dapil II belum terlihat ada yang menunjukkan kepedulian terhadap persoalan ini,” ujar Angga, Jumat (5/6/26).

Saat disinggung kemungkinan para anggota DPRD belum mengetahui informasi tersebut, Angga justru mempertanyakan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi yang menjadi tugas wakil rakyat.

“Kalau mereka mengaku tidak tahu, justru itu menjadi pertanyaan besar. Masa wakil rakyat tidak mengetahui persoalan yang sedang ramai dibicarakan masyarakat di daerah pemilihannya sendiri? Sementara Kang Abdul Azis yang berasal dari Dapil IV justru bergerak cepat memberikan bantuan,” katanya.

Menurut Angga, apabila informasi yang sudah viral masih belum diketahui oleh para anggota DPRD Dapil II, hal itu semakin menguatkan anggapan bahwa mereka kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang diwakilinya.

“Kalau sudah viral tetapi tetap tidak mengetahui, berarti ada persoalan dalam kepekaan mereka terhadap aspirasi dan kesulitan warga,” sindirnya.

Di akhir keterangannya, Angga menyampaikan kritik keras sekaligus evaluasi kepada tujuh anggota DPRD Karawang dari Dapil II agar lebih fokus menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

“Mungkin mereka terlalu sibuk mengurus berbagai agenda lain, termasuk soal pokok-pokok pikiran (Pokir), sehingga lupa melihat kondisi masyarakat yang sesungguhnya. Padahal mereka telah disumpah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Forum KUB bahkan mengingatkan bahwa sikap yang dianggap kurang responsif terhadap persoalan masyarakat dapat berdampak pada penilaian publik menjelang kontestasi politik mendatang.

“Jika pola seperti ini terus berlanjut, kami akan mengajak masyarakat Karawang Utara, khususnya di Dapil II, untuk mengevaluasi kembali pilihan politik mereka pada Pemilu Legislatif berikutnya,” tegas Angga.

Forum KUB berharap persoalan jalan rusak yang telah lama dikeluhkan masyarakat tidak hanya menjadi perhatian sesaat akibat viral di media sosial, tetapi juga mendapat tindak lanjut nyata dari para pemangku kebijakan, khususnya wakil rakyat yang berasal dari wilayah tersebut. (ist/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *