RENGASDENGKLOK, Spirit



Jelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, tepat 17 Agustus mendatang, berbagai kegiatan untuk menyambut hari kemerdekaan dilakukan oleh berbagai kalangan, dari mayarakat maupun pemerintah.

Ditengah gegap gempita jelang hari kemerdekaan tersebut, seperti yang terlupakan jasa besar para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah, jangankan perhatian terhadap personal para veteran tersebut, untuk wadah atau organisasinya pun perhatian dari pemerintah setempat atau pemerintah kabupaten sangatlah minim.


Seperti halnya yang terjadi pada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) satu wadah para veteran atau para pejuang kemerdekaan, jangankan perhatian kepada para anggotanya, kondisi kantor LVRI yang berada tepat dibelakang kantor Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok, saat ini sangatlah memprihatinkan bahkan sudah hampir rata dengan tanah.

Dikatakan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Rengasdengklok, Asep Yusuf Sopandi, kantor LVRI yang dibangun pada tahun 1981, pernah dipindah lokasi keberadaannya dikarenakan adanya pembangunan perumahan pada tahun 1996 silam.

“Dibangun oleh pengembang perumahan tersebut dan dipindah lokasinya pada tahun 1996. Sampai dengan saat ini belum pernah direnovasi kembali,” jelas Asep, melalui sambungan teleponnya, Kamis (9/8).

Menurutnya semenjak dibangun pada tahun 1996, untuk pemeliharaan kantor LVRI ditangani oleh PPM Rengasdengklok dengan dana seadanya.

“Rereongan aja kang (patungan-red), dan tidak ada bantuan dari pemerintah. Hanya perawatan kecil, seperti mencat ulang dan bersih-bersih dari tanaman liar, kalau untuk membangun pada kerusakan besarnya kita nggak ada biaya,” katanya.

Dirinya pun berharap ada kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai bentuk perhatian terhadap para veteran yang ada di kecamatan Rengasdengklok.

“Selain kantor, yang sementara ini pindah ke gedung koramil lama, yang menjadi keprihatinan tersendiri apabila ada undangan satu acara di Kabupaten para veteran ini datang dengan cara masing-masing. Kalau saja ada kendaraan operasional mungkin akan lebih mudah mengkoordinir para veteran ini, yang notabene veteran kabupaten Karawang itu paling banyak ada di Rengasdengklok,” tambahnya.

Senada dengan Asep Yusuf Sopandi, salah seorang pengurus PPM yang juga tinggal di Rengasdengklok, Suhaedi mengatakan kondisi kantor LVRI saat ini memang sangat memprihatinkan, dan berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membangun kembali kantor tersebut.

“Misalkan ada perhatian dan ada bantuan untuk membangun kembali. Saya berharap keberadaan kantor dipindah berdekatan dengan lokasi makam pahlawan, agar lebih mudah dalam melakukan pemeliharaan,” pungkasnya. (zul)