KARAWANG, Spirit



Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi jalannya seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, melalui surat dengan nomor 15/LP_LSMKR/III/2019. Sekjen LSM KOMPAK Reformasi Pancajihadi Al Panji datangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, baru-baru ini. Jumat (8/3).

Menurutnya dengan adanya pengawasan dari KPK mudah-mudahan saja para calon Sekda dapat berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

“Seperti kita ketahui APBD Kabupaten Karawang tahun 2018 saja mencapai 4,94 triliun. Ditambah lagi jabatan Sekda yang cukup strategis bukan tidak mungkin banyak yang berpikir untuk menghalalkan segala cara demi sebuah jabatan,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Kamis (14/3) di ruang kerjanya.


Masih menurutnya, LSM KOMPAK Reformasi juga meminta kepada KPK agar para peserta seleksi terbuka untuk jabatan Sekda Kabupaten Karawang tersebut dapat melampirkan bukti LHKPN 2018 masing-masing sebagai salah satu syarat.

“Jadi KPK jangan hanya menerima dan menyimpan data harta kekayaan ke 8 calon sekda saja tapi harus bekerja sama dengan Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memverifikasi harta yang dilaporkan beserta sumber kekayaan tersebut. Jadi jangan hanya pengakuan sepihak saja harta itu berasal tapi KPK dan PPATK harus memastikan asal usul harta tersebut,” paparnya.

Hal tersebut, lanjut pria yang akrab disapa panji itu, untuk menjawab pertanyaan orang awam dengan pertanyaan pembuktian terbalik.

“Masa iya gajihnya sama dengan yang lain, tapi hartanya luar biasa, padahal asal usul keluarganya biasa saja,” ketusnya.

 

Lebih jauh iapun menyadari, memang Indonesia saat ini belum memiliki perundangan yang mengatur pembuktian terbalik, namun hal ini bisa dijerat dengan UU no. 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pencucian uang. Terlebih santer rumor adanya janji yang akan memberikan rumah senilai 5 miliar di Bandung jika terpilih jadi sekda, walaupun ini hanya sebatas rumor, menurutnya KPK harus mewaspadai apakah ini hanya isapan jempol belaka atau memang benar adanya.

“Kita berharap Sekda yang terpilih nanti bukan hanya lolos dari semua tahapan seleksi, tapi Sekda yang bisa mempertanggungjawabkan hartanya dari mana berasal dan dengan cara-cara yang bersih untuk mendapatkan jabatannya ini,” pungkasnya. (rls/dar)