KARAWANG, Spirit



SSB Kancil Mas Karawang berhasil memimpin puncak klasemen sementara Indonesia Junior Soccer League (IJSL) U-12 Putih di pekan pertama. Hasil membanggakan diraih setelah SSB yang rutin berlatih di Lapangan Moksen Karawang mampu mengalahkan seluruh lawannya dengan skor telak.

Bertanding di Lapangan Jakarta Japanese Club Sentul City Kabupaten Bogor, Selasa (5/2), SSB Kancil Mas Karawang yang dilatih Mamat Solihin mengalahkan SSB Stoni Indonesia 5-2 di laga perdana. Keperkasaan berlanjut dengan mempermalukan tiga lawan lainnya yaitu SSB Siaga Pratama 3-0, SSB Sukmajaya Depok 5-0 dan Pelita Jaya SS 3-0.


Kancil Mas U-10

Atas keberhasilan menyapu seluruh laga dengan kemenangan, SSB Kancil Mas Karawang berhak menempati posisi puncak klasemen sementara U-12 Putih dengan 12 poin. SSB yang berdiri pada 19 Oktober 2014 ini unggul atas 15 SSB lainnya yang menghuni U-12 Putih, termasuk Farmel Isvill FA yang yang berada di tangga kedua dengan koleksi jumlah poin yang sama.

 

“Kami sangat bangga atas performa anak-anak di pekan pertama. Semoga mereka bisa malanjutkan tren positif tersebut di pekan kedua pada tujuh Maret mendatang, dan pekan-pekan selanjutnya hingga menjadi juara,” ujar CEO SSB Kancil Mas Karawang, Endang Wahyudin, Senin (25/2).

Selain tim U-12, SSB Kancil Mas Karawang mengikutsertakan tim U-10 di IJSL 2019. Sesuai jadawal, tim U-10 yang dilatih Iqbal Abdul Jabbar akan memulai petualangannya pada Rabu (3/4) mendatang.

Kancil Mas U-12

“Mudah-mudahan tim U-10 juga bisa tampil apik di IJSL tahun ini. Tentunya kami akan sangat bangga jika bisa mengawinkan gelar juara U-10 dan U-12 pada akhir musim,” ucap Endang.

Kendati mengusung target juara, Endang menjelaskan, tujuan utama SSB Kancil Mas Karawang berlaga di IJSL adalah pembinaan. Ditambahkan Endang, IJLS menjadi ajang evaluasi dari proses latihan yang selama ini rutin dijalani para pemainnya.

“IJSL termasuk event besar karena diikuti berbagai SSB yang ada di Indonesia. Kami berharap anak-anak akan semakin terasah baik skill maupun mental bertanding setelah mengikuti liga ini (IJSL). Sehingga cita-cita untuk melahirkan pemain-pemain profesional di masa yang akan datang bisa terealisasi,” kata Endang. (ayi)