JAYAKERTA, Spirit



15% Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kecamatan Jayakerta tak tepat sasaran, hal tersebut dikatakan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jayakerta, Ma’mun Ajid, Jumat (1/3/2019) usai rapat koordinasi penyaluran BPNT, di aula Kecamatan Jayakerta.

Masih menurut pria yang akrab disapa lurah (mantan) Amung tersebut, berawal dari banyaknya keluhan masyarakat tidak mampu yang seharusnya pantas menjadi KPM tetapi pada kenyataannya malah tidak menerima kesempatan menjadi KPM.


“Diperkirakan hal tersebut dikarenakan data awal yang tidak valid dan sepengetahuan saya data awal itu bukan dari kementerian atau pun Dinas Sosial, data tersebut di dapat dari Basis Data Terpadu (BDT) dari BPS yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” jelasnya kepada Spirit Jawa Barat.

Dirinya pun berharap ada KPM yang termasuk warga atau keluarga yang mampu secara ekonomi, rela mengundurkan diri dari kepesertaan BPNT, agar warga yang benar-benar tak mampu dapat menjadi KPM melalui prosedur atau pedoman yangvtelah ditetapkan.

“Kita sering sosialisasi untuk warga yang mampu secara ekonomi untuk sadar dan mau mundur dari kepesertaan BPNT ini. Dan kita selalu melakukan verifikasi dan validasi, hanya sejauh ini belum ada yang mau dan sadar untuk mengundurkan diri sebagai KPM BPNT ini,” paparnya.

Diketahui dalam rapat tersebut selain KPM yang masih banyak yang tak tepat sasaran, program BPNT ini pun tak lepas dari berbagai potensi Deviasi atau penyimpangan yang dapat dilakukan, seperti pungutan liar (pungli), kolektifitas kartu KPM saat pencairan dana bantuan, dan kualitas bahan pokok yang diterima KPM. (dar)