KARAWANG, Spirit



Diduga gelapkan uang agen eceran gas melon subsidi 3kg, pangkalan distributor gas Zulhijah, dilaporkan polisi. Pasalnya selama 6 bulan terakhir pangkalan tersebut tak juga menyuplai gas melon kepada pengecer.

“Sejak Desember 2018 ini saya tidak pernah mendapat lagi suplai gas untuk dijual ke warga,” kata Made, warga Kalipandan, Desa Pinayungan, Telukjambe Timur.

Padahal, kata dia, uang puluhan juta miliknya dan juga pengecer lainnya sudah masuk ke Zulhijah. Tapi, suplai gas melon ke kios dia dan juga kios lainnya milik warga di Pinayungan.

“Kalau dikumpulkan korbannya semua, sudah masuk ratusan juta sama Zulhijah, tapi dia malah kabur tidak bertanggungjawab,” ungkapnya.

Pernah, lanjut Made, ia bersama sesama korban mendatangi Agen Distributor PT Selaras, yang menjadi induk pangkalan Zulhijah. Namun, agen yang ada di dekat terminal Klari itu angkat tangan dan enggan bertanggungjawab.

“PT Selaras selaku agen resmi induknya si Zulhijah, harusnya mediasi korban dengan pangkalan Zulhijah. Ini lepas tangan, katanya itu urusan pengecer dengan pangkalan saja agen tidak tahu menahu,” tutur Made.

Awal tahun 2019, Made melapor kasus tersebut kepada Polres Karawang. Selama penanganan kasus, Zulhijah sempat datang saat dipanggil oleh penyidik.

“Panggilan pertama dia gak datang, panggilan kedua datang, nah panggilan ketiga dia gak datang lagi. Dan sampai sekarang tidak tahu kemana itu orang.” kesalnya.


Ilustrasi

Made, yang juga anggota TNI AD berharap kasus yang dialaminya segera terpecahkan dan mendapatkan kepastian. Pasalnya, ia bersama pengecer lain sudah kehilangan uang hingga total ratusan juta rupiah.

” Saya saja disuplai biasa 170 tabung. Uang setoran masuk tapi suplai gas tidak ada. Tolonglah itu PT Selaras fasilitasi kami dengan pemilik pangkalan Zulhijah. Jangan lepas tangan,” pintanya. (adi)