Ketika Sekolah Kejuruan Lebih Mendominasi

KARAWANG, Spirit



Lagi, sekolah menengah kejuruan lahir di Karawang. SMK ini bernama SMK PGRI 4 yang merupakan pergantian statusnya bernama SMA PGRI 10 yang sempat fakum, dan gedungnya sempat disewakan ke SMK Farmasi.

Perubahan status sekolah menengah yang beralamat di Jalan R. Ali Muchtar Adiarsa Barat, Karawang Barat, ini dari SMA menjadi SMK, sekaligus menasbihkan dominasi dunia pendidikan menengah kejuruan yang menyalip jauh sekolah menengah umum. Belakangan sesuai perkembangan zaman, SMK memang lebih dominan dibanding SMA.


“Perkembangan SMK memang cepat. Terutama yang dikelola pihak swasta. Sedangkan SMA biasa,” aku Deni Suherman, petugas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, yg membawahinya, Kamis (3/5).


Bergengsi
Sesuai data yang diperoleh di KCD Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, kemarin, jumlah SMK di Karawang mencapai 110 sekolah. Terdiri 18 SMK Negeri dan 92 SMK Swasta. Sedangkan jumlah sekolah menengah umum (SMA) sebanyak 49 yang terbagi 30 SMA Negeri dan 19 SMA Swasta.

Kenyataan itu berbanding terbalik dari beberapa tahun sebelumnya yang dikuasai SMA. Hal itu juga tercermin dari jumlah kedua jenis pendidikan menengah ini yang berstatus negeri. Hingga saat ini, jumlah sekolah berstatus negeri itu masih dikuasai SMA.

“Dulu SMA memang lebih bergengsi, sebab umumnya dianggap gampang masuk perguruan tinggi atau jika pun kerja, di kantoran. Di sisi lain dunia usaha dan industri masih sangat terbatas,” kata Kepsek SMK PGRI 4 Karawang, Ibnu Hasyim.

Tetapi seiring perkembangan zaman, terutama ketika Kabupaten Karawang berubah status dari yang dikuasai dunia pertanian menjadi kota industri. Para calon siswa, kemudian banyak memburu jenis sekolah yang dianggap bisa langsung terjun ke dunia kerja, yakni SMK.

“Dan karena itulah, kami di PGRI pun ikut mewadahi para calon siswa itu,” kata Ibnu, yang menjaring siswanya sejak tahun pelajaran 2017/2018.

Lulusan Siap Kerja
Meski begitu, Ibnu yang ditemani beberapa unsur pendiri di antaranya Iwan Iskandar, Nensi Mesrani Tarigan, MPd, Samsuhid Ach, mengaku SMK PGRI 4 Karawang tidak sekadar berdiri. Bagi penunjangnya, juga dilengkapi berbagai fasilitas. Antara lain laboratorium Komputer Multimedia, Sistem Informasi Aplikasi dan Jaringan, Farmasi, juga perbengkelan untuk Teknik Sepeda Motor.

Selain itu, sekolah yang berdiri di area sekitar 8.300 m2 ini dilengkapi lapangan olahraga dan mushala. Khusus mushala ini karena di program belajarnya, SMK PGRI 4 juga menjalankan pendidikan moral dan kepribadian dengan pendekatan agama, sehingga siswanya dikondisikan mampu memiliki potensi bathiniah.

“Lainnya pendidikan model ‘Link and Match’ yang menekankan pada keterampilan praktik. Sehingga lulusan menjadi siap kerja,” papar Ibnu Hasyim. (ayi/dea)