CILAMAYA WETAN, Spirit



Tenis meja menjadi salah satu dari sekian cabang olahraga (Cabor) yang diperlombakan di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kecamatan Cilamaya Wetan.

Ironisnya, lomba tenis meja kurang diminati oleh kebanyakan sekolah dasar diwilayah itu, alhasil hanya 3 SD yang menerjunkan pinalisnya  berlaga di O2SN beberapa waktu lalu. Dilaga tersebut ada enam atlet dipersiapkan untuk kejuaraan bergengsi yang digelar di SDN Rawagempol Kulon I ini.

Saat ditemui panitia lomba tenis meja, Jalal, mengatakan, prestasi Tenis meja Cilamaya Wetan sudah mulai terlihat, maka dengan adanya even ini sangat membantu peningkatan prestasi untuk tenis meja.


“Saat ini prestasi kita sudah mulai meningkat dari tahun ke tahun dikarenakan sudah ada bibit-bibit siswa yang muncul, dan hasilnya pun patut diapresiasi,” ungkapnya, Selasa (20/3/2018).

Adapun, kurangnya minat siswa dalam mengikuti lomba ini, dikarenakan minim sarana. Sebab, tidak semua sekolah yang memiliki lapang tenis meja, selain itu juga memerlukan ruangan khusus untuk tempat berlatih.

“Mungkin karena sarana yang dimiliki minim, sehingga tidak semua sekolah mengajarkan tenis meja,” katanya.

Saat ini memang ada beberapa sekolah yang aktiv mengirimkan siswanya untuk ikut dalam lomba ini. Namun lagi-lagi kemampuan cabang olahraga tenis meja tergantung dari anggaran yang tersedia.

“ Saat ini ada tiga sekolah, yakni SDN Sukakerta I, SDN Sukakerta III dan SDN Tegalwaru I memiliki atlet putra-putri tenis meja yang mulai terlihat kemampuannya menjadi skuad Cilamaya wetan, ada tiga pemain putra/putri yang bisa diandalkan. Saat ini kami masih menunggu SD lain untuk berpartisipasi pada ajang ini,” katanya.

Terpisah Kepala SDN Sukakerta III, Hj Salbiyah, mengatakan, pada ajang lomba tenis meja sekolahnya jadi langganan menang. Pada kegiatan O2SN tahun kemarin pun ikut berpartisipasi.

“O2SN kali ini sekolahnya juara satu lomba tenis meja. Bukan hanya itu, masih ada yang lain,” singkatnya. (wan)