Video Keluhan Menu MBG Beredar, SPPG Amansari 2 Beri Klarifikasi di Tengah Suspend 9 DapurSPPG

KARAWANG, Spirit – Beredarnya video berisi keluhan masyarakat terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai hanya layak sebagai pakan ternak menjadi perhatian publik di Kabupaten Karawang.

Video tersebut memperlihatkan menu corn ribs yang diterima masyarakat dalam paket MBG pada Jumat, 4 September 2026. Dalam video, warga menyampaikan keluhan terhadap kondisi jagung yang disajikan dan mempertanyakan kelayakan bahan pangan tersebut untuk dikonsumsi.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karawang Rengasdengklok Amansari 2, Muhammad Faizal, memberikan klarifikasi.

Faizal menegaskan, jagung yang digunakan untuk menu corn ribs merupakan jagung manis yang sengaja disiapkan sebagai bahan pangan, bukan jagung sisa maupun jagung yang diperuntukkan sebagai pakan ternak.

“Jagung yang digunakan adalah jagung manis yang memang kami siapkan sebagai bahan pangan untuk diolah menjadi menu corn ribs,” ujar Faizal.

Menurutnya, penggunaan jagung sebagai pengganti nasi merupakan bagian dari variasi menu MBG. Langkah tersebut dilakukan agar penerima manfaat tidak merasa bosan dengan menu yang diberikan.

Faizal juga menjelaskan mengenai kondisi jagung yang terlihat sedikit mengerut dalam video yang beredar. Menurutnya, perubahan bentuk dan tekstur dapat terjadi akibat proses pemasakan maupun penggorengan.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa jagung yang disajikan tidak layak dikonsumsi.

Pihak SPPG Amansari 2 menyatakan kualitas dan keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

Faizal juga menegaskan pihaknya tidak mungkin dengan sengaja memberikan makanan yang tidak layak kepada masyarakat penerima program MBG.

Adapun menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut terdiri dari corn ribs sebagai sumber karbohidrat, ayam bulgogi sebagai protein hewani, tempe karage sebagai protein nabati, kimlo kering sebagai sayuran, serta jeruk sebagai buah.

Sembilan Dapur SPPG di Karawang Kena Suspend

Sementara itu, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Karawang juga tengah mendapat perhatian menyusul adanya sembilan dapur SPPG yang dikenai suspend atau penangguhan sementara.

Informasi tersebut dibenarkan Ketua Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Karawang, Robi.

Menurut Robi, suspend merupakan tindakan administratif terhadap dapur SPPG yang dinilai masih memerlukan evaluasi maupun perbaikan dalam pelaksanaan layanan.

Dari sembilan dapur tersebut, tiga SPPG dikenai suspend karena pendataan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) belum selesai.

Ketiganya yakni SPPG Karawang Cilebar Kosambibatu, SPPG Rengasdengklok Karyasari 2 dan SPPG Rengasdengklok Selatan.


Sementara enam dapur lainnya dikenai suspend karena harus melakukan perbaikan fasilitas. Keenamnya yakni SPPG Cikampek Barat 1, SPPG Cikampek Barat 2, SPPG Cikampek Selatan, SPPG Cikampek Timur, SPPG Sukaharja 3 Telukjambe Timur dan SPPG Karawang Tirtamulya Citarik.

“Dari sembilan dapur SPPG kena suspend karena pendataan SIPGN yang belum selesai,” ujar Robi.

Sedangkan enam dapur lainnya, kata Robi, mendapatkan sanksi suspend karena harus melakukan perbaikan fasilitas.

Suspend Dicabut Setelah Kendala Diperbaiki

Robi memastikan seluruh dapur SPPG yang dikenai suspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh kendala yang menjadi dasar penangguhan diselesaikan.

Namun, selama status suspend belum dicabut, dapur-dapur tersebut dipastikan tidak mendapatkan insentif.

Di tengah adanya penangguhan terhadap sembilan dapur tersebut, polemik video keluhan menu MBG di SPPG Amansari 2 menjadi sorotan tersendiri.

SPPG Amansari 2 sendiri melalui klarifikasinya menegaskan bahwa bahan jagung yang digunakan dalam menu corn ribs merupakan bahan pangan yang disiapkan untuk konsumsi, sekaligus meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. (ist/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *