RENGASDENGKLOK, Spirit



UPTD Puskesmas Rengasdengklok siap berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara prima. Hal tersebut di kemukakan oleh Plt Kepala UPTD Puskesmas Rengasdengklok, Heryansyah kepada Spirit Jawa Barat.

“Kami siap untuk memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat Rengasdengklok dan sekitarnya sesuai dengan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkap Heryansyah, Kamis (21/3).

Puskesmas Rengasdengklok menurutnya sudah memiliki fasilitas yang lumayan dengan dukungan dari para tenaga medis yang profesional siap untuk melayani semua warga Rengasdengklok dalam pengobatan pertama ataupun untuk rawat inap pasien. Lebih lanjut ia mengungkapkan, dengan adanya ruang IGD, Puskesmas Rengasdengklok bisa menjadi tempat utama berobat warga Rengasdengklok dan sekitarnya.

Masih menurutnya setiap warga dengan hanya menunjukan KTP Karawang dapat berobat di Puskesmas Rengasdengklok secara gratis, kecuali untuk kasus penyakit yang berat, pihaknya akan merujuk pasien ke Rumah Sakit lain seperti RSUD Karawang dan bisa juga kalau masyarakat telah memiliki kartu BPJS Kesehatan merujuk pasien ke Rumah Sakit Swasta yang lain yang ada di Karawang dan sekitarnya.

“Saat ini rata-rata pasien yang berobat setiap harinya mencapai 50 – 100 orang,” ungkapnya.

Selain memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, dengan 6 ruang 12 tempat tidur, 4 ruangan Poned tempat melahirkan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Puskesmas Rengasdengklok juga rutin melaksanakan kegiatan Posyandu ke desa-desa yang menjadi wilayah kerjanya. Juga didukung tenaga medis dokter umum 3 orang, dokter gigi 1orang, perawat 27 orang dan bidan 15 orang.

“Dengan fasilitas dan tenaga medis yang ada, kami berusaha memberikan pelayan kesehatan pertama dan terbaik bagi warga,” tegasnya.


Saat ini Puskesmas Rengasdengklok sedang gencar sosialisasi bahaya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk seperti Demam Berdarah dan Malaria. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan tidak tersedianya fasilitas MCK yang memadai menjadi sumber penularan berbagai penyakit terutama penyakit pencernaan dan demam berdarah.

“Setelah bulan kemarin kami rutin kunjungan keberbagai daerah yang kesadaran kebersihannya rendah, bulan ini kami fokuskan untuk melakukan kaporitsasi bak-bak penampungan air warga, terutama pada wilayah-wilayah yang terkena banjir,” terangnya.

Sementara itu menurutnya, saat ini yang menjadi kendala dalam peyanan kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Rengasdengklok adalah kurangnya kesadaran warga untuk membawa kartu peserta jaminan kesehatan, seperti BPJS, KIS dan KTP. Tetapi secara umum setelah dilakukan berbagai sosialisasi, kesadaran warga akan pentingnya administrasi dapat meningkat. (odk/dar)