BATUJAYA, Spirit



Untuk pertama kalinya, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) menggunakan sistem aplikasi berbasis Android dilaksanakan serentak dimulai hari Senin 18 Maret 2019 hingga Selasa 26 Maret 2019. Seperti pelaksanaan USBN di SMAN 1 Batujaya, sebanyak 398 siswa mengikuti USBN 16 mata pelajaran berbasis android.

“Meskipun baru pertama kali dilaksanakan, tetapi pelaksanaan USBN berbasis android ini relatif berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti, karena sebelumnya kita sudah melaksanakan dua kali simulasi,” ungkap Kepala SMAN 1 BATUJAYA, H Encep Burhan, kepada Spirit Jawa Barat baru-baru ini.

Walaupun USBN kali ini baru pertama menggunakan sistem aplikasi berbasis Android, namun ia mengakui siswanya tidak mengalami kendala, bahkan kebanyakan dari mereka senang menggunakan android karena lebih simpel. Terdapat 20 ruangan kelas digunakan para siswa dalam pelaksanaan USBN berbasis android, dengan masing- masing 3 orang pengawas dari tenaga pengajar sekolah lain secara silang di tiap ruangnya.


“USBN ini menggunakan aplikasi Computer Basic Test (CBT) baru, yaitu Woka. Walaupun demikian kami telah melakukan persiapan selama beberapa hari sebelum ujian, sehingga seluruh siswa tidak mengalami kendala, bahkan mereka lebih suka ujian memakai Android. Selain simpel juga meminimalisir praktek nyontek,” imbuhnya.

Sementara bagi siswa yang terkendala dengan penggunaan android, baik karena tidak memiliki Handphone Android maupun kendala lainnya, pihak sekolah telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan ruangan khusus (Lab komputer) untuk penggunaan komputer. Sebanyak 140 unit komputer sudah disiapkan bagi siswa yang terkendala menggunakan hp androidnya. Pada hari kedua pelaksanaan USBN tersebut tingkat kehadiran mencapai 100 persen.

“Pola pembelajaran di SMAN 1 Batujaya juga menganut sistem pendekatan interpersonal terhadap siswa, tetap memberikan semangat dan motivasi kepada siswa agar dalam melaksanakan Ujian tidak ada tekanan,” pungkasnya. (odk)