Kasi Kesos Kecamatan Kutawaluya, H. Odi (berkacamata)

KUTAWALUYA, Spirit



Baru saja selesai satu permasalahan di Desa Kutajaya. Penghasilan tetap (Siltap) aparatur Desa Kutajaya sudah bisa di bagikan, Permasalahan lainnya pun timbul, pihak Kecamatan Kutawaluya melalui Kasi Kesos menggeruduk Desa Kutajaya untuk meminta pertanggungjawaban atas tunggakan Beras Sejahtera (Rastra) yang belum di bayar. Pasalnya, tunggakan pagu rastra Desa Kutajaya pada bulan Desember 2017 belum juga di lunasi meskipun sudah seringkali di tegur.

Menurut Kasi Kesos Kecamatan Kutawaluya H Odi, sebelum menggeruduk kantor desa, pihaknya sudah seringkali menegur agar tunggakan rastra bulan Desember tahun 2017 bisa segera di selesaikan. Namun sudah 3 kali surat pemberitahuan dan 1 kali surat peneguran di layangkan, pihak Desa Kutajaya tidak menggubris. Sehingga memaksa kasi kesos turun langsung ke desa.

“Kita sudah 4 kali beri peringatan lewat surat teguran, tetep saja ngeyel. Terpaksa saya turun langsung ke desa, karena pihak bulog meminta agar segera di selesaikan, dan hari ini (10/1) harus egera di selesaikan,” ujarnya kepada awak media .

Sebelumnya, lanjut Odi, dirinya sudah pernah melakukan pemanggilan terhadap juru tulis atau pengelola rastra agar dana rastra bisa segera di bayarkan, tetap saja tidak ada hasil dan malah memaksa dirinya bertindak tegas.

“Saya berharap pihak Desa Kutajaya bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggungjawabnya, sekalipun tidak bisa, mereka harus menandatangani surat pernyataan atas ketidak sanggupan membayar rastra,” katanya.

Masih menurut Odi, ini merupakan peringatan terakhir kepada pihak Desa Kutajaya untyuk segera menyelesaikan tunggakan pembayaran rastra bulan Desember tahun 2017, karena tidak ada waktu untuk menyelesaikan permasalah tersebut selain hari ini.

Sementara itu Sekretaris Desa Kutajaya Mulyadi mengatakan, setiap kali penurunan beras rastra dirinya tidak pernah menerima uang penggantian dari masyarakat, dan hal tersebut tentunya di urusi oleh pengelolanya sendiri yang juga masih perangkat desa.

“Setiap pembagian rastra itu kan ada yangmengelola, dan saya tidak pernah menerima,” pungkasnya.(dar)