KARAWANG, Spirit – Dianggap jadi penyebab utama kemacetan jalan Raya Proklamasi tepat di depan Pasar Rengasdengklok selama ini, Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) Pasar Rengasdengklok desak pemerintah bongkar lapak pedagang pisang di trotoar pertigaan jalan arah Tugu Proklamasi.



Ketua PPKL Pasar Rengasdengklok, H. Ejen mengatakan, berbeda dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) lainnya, lapak pedagang pisang tersebut beraktifitas (berdagang) selama 24 jam.

“Sementara PKL yang lain hanya berdagang saat malam hari hingga pagi hari, dan lokasinya yang memang persis di pertigaan jalan, hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas setiap harinya, apalagi saat beraktifitas bongkar muatan, yang juga dilakukan dipertigaan jalan tersebut,” jelas Ejen kepada spiritjawabarat.com, Jumat (8/11/2019) malam.


Sebelumnya, ia telah mengadukan hal tersebut sekaligus meminta kepada pemerintah kecamatan untuk menertibkan lapak itu, namun pengaduan dan permintaannya itu, akunya, tak pernah mendapat respon tegas dari pihak kecamatan.

Baca juga: Hasil Kerja Bhakti Muspika, Dibiarkan Menumpuk di Tengah Jalan Hingga Ganggu Aktifitas Warga

“Kondisi seperti ini telah banyak dikeluhkan PKL lain bahkan pengguna jalan. Pernah pihak kecamatan menyarankan untuk membuat petisi agar lapak tersebut bisa dibongkar, tapi setelah petisi itu ada dan ditandatangani sejumlah PKL dan warga, tetap tak ada tindakan dari pihak kecamatan. Ini membuat saya curiga pihak kecamatan mendapat sesuatu dari kondisi ini,” tegas Ejen.

Ia menambahkan, jika pemerintah masih mengabaikan keluhan ini, beberapa waktu kedepan ia bersama anggota PPKL dan warga akan dengan paksa membongkar lapak pedagang pisang tersebut.

“Bila pemerintah dalam hal ini penegak Perda atau Sat Pol PP tak bertindak, kami akan menggunakan cara sendiri untuk membongkar lapak tersebut. Dan menjadi tambah aneh pihak kepolisian setempat dalam hal ini Polantas, tak merasa terganggu dengan keberadaan lapak pedagang pisang itu, yang jelas mengganggu lalu lintas dan menambah beban pekerjaan Polantas,” tutupnya. (dar)