KARAWANG, Spirit – Bertujuan hindari banjir jelang datangnya musim penghujan, aksi kerja bhakti atau bersih-bersih drainase di depan Shelby Plaza, pada Kamis (31/10/2019) lalu, oleh muspika Rengasdengklok dan dibantu para pedagang, timbulkan masalah baru di tengah masyarakat. Pasalnya, aksi tersebut tak mendapat respon yang baik dari petugas kebersihan setempat untuk langsung mengangkut lumpur bercampur sampah yang menumpuk di tengah jalan Proklamasi depan Shelby Plaza.



Praktis tumpukan lumpur bercampur sampah yang mengeluarkan bau tak sedap tersebut mengganggu pengguna jalan dan orang-orang yang beraktivitas di sekitarnya.

Seperti apa yang diungkapkan, Acum (67) ojek pangkalan (opang) yang biasa menunggu penumpang di depan Shelby Plaza kepada Spirit Jawa Barat, ia mengatakan terdapat beberapa titik penumpukan lumpur got yang belum diangkut setelah dibersihkan oleh pihak kecamatan. Dirinya mengaku keberadaan lumpur di jalan tersebut sangat mengganggu dengan baunya yang tak sedap.

“Saya berharap petugas tidak cuma membersihkan, tapi diangkut juga lumpurnya, soalnya bau,” jelas, Minggu (03/11/2019).

Bukan hanya tercecer, Acum menyayangkan pengerukan saluran air hanya dilakukan pada sebagian saja alias tidak sepanjang saluran air atau drainase yang ada di pinggir jalan pasar Rengasdengklok, padahal seharusnya pengerukan dikerjakan sepanjang darinase yang ada di jalan pasar tradisional Rengasdengklok, bahkan menurut Dia, kalau petugas tidak sanggup membersihkan sepanjang jalur pasar Rengasdengklok, bisa mempekerjakan orang lain untuk mengeruk lumpur di saluran air got itu.

“Kalau setengah-setengah gitu percuma, nanti pasti banjir lagi,” ujarnya.

Jalan pasar tradisional Rengasdengklok kerap kali banjir saat musim penghujan, salah satunya diakibatkan saluran air got yang mengalir secara tidak normal, lanjut Acum, banjir di pasar Rengasdengklok seolah menjadi langganan saat musim penghujan.

“Kalau hujan sering banjir di jalan ini (depan Shelby plaza-red),” katanya.

Hal senada dikatakan Aedi pengguna jalan asal Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, dirinya mengaku agak terganggu saat melintas jalan depan Shelby Plaza akibat tumpukan lumpur bercampur sampah tersebut.

“Kenapa tidak langsung diangkut ke tempat sampah, kalau ditumpuk di tengah jalan ginikan jadi mempersempit badan jalan. Dan lumpur juga menyebar ke badan jalan selain bau juga membuat motor pengguna jalan menjadi kotor, apalagi kan jalan di sini kerap macet,” ujarnya. (dar)