JAYAKERTA, Spirit



Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang mulai berjalan di tengah masyarakat sebagai pengganti program Beras Sejahtera (Rastra) tak luput dari praktik pungutan liar. Halnya ini terjadi di Desa Kemiri Kecamatan Jayakerta, penyaluran bantuan BPNT tersebut dimanfaatkan oleh beberapa oknum RT untuk meminta uang kepada warga desa Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Seperti yang dialami KPM atas nama Onya warga Dusun Buahgebang, Desa Kemiri Kecamatan Jayakerta yang mengaku bahwa dirinya dipintai uang oleh oknum RT untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Pertama saya dipintai uang sebesar Rp 15 Ribu, setelah mendapatkan beras sebanyak 10 kg, saya dipintai kembali uang Rp 20 Ribu, ya saya kasih dengan alasan uang bensin,” jelas Onya saat ditemui Spirit Jawa Barat dirumahnya, Jumat (6/7).


Menurut pantauan Spirit Jawa Barat, oknum tersebut menggunakan modus mengumpulkan kartu BPNT milik warga (kolektif) untuk bisa mengambil jatah beras para pemilik kartu dengan alasan jarak lokasi e-warong yang terbilang jauh dari tempat tinggal warga.

Sementara itu Kepala Desa Kemiri, Ita  saat ditemui Spirit Jawa Barat mengatakan bahwa kepala desa dalam hal ini tidak mengetahui sama sekali perihal program BPNT dan buka menjadi bagian pekerjaannya.

“Saya tidak tahu sama sekali, dan tegas saya tidak pernah memerintahkan atau mengarahkan kepada siapapun untuk memungut uang terkait BPNT,” tegasnya.

Ditempat yang sama salah seorang perangkat Desa Kemiri, Dadi Rusmana membenarkan adanya praktik pungli terkait program BPNT tersebut, dan menurutnya, ia langsung memanggil para ketua RT untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Saya langsung kumpulkan para ketua RT untuk dimintai keterangan, dan memang ada pungutan, tetapi itu tanpa arahan atau instruksi dari pihak desa. Kita berjanji akan meluruskan permasalahan ini,” jelas Dadi, Kamis (6/7).

Ditempat terpisah, Camat Jayakerta, Budiman Ahmad, saat dihubungi Spirit menyayangkan kejadian tersebut dan berjanji akan langsung turun ke lapangan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Segera akan saya panggil pihak desa dan para ketua RT setempat untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan berharap hal serupa tidak akan terjadi kembali di kecamatan Jayakerta untuk kedepannya,” tegas Camat Budiman.(zul)