RENGASDENGKLOK, Spirit



Penanganan sampah di Kabupaten Karawang oleh dinas terkait yang dinilai masih belum maksimal, diduga karena minimnya sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat untuk berpola hidup bersih oleh pemerintah Kabupaten Karawang dalam hal ini menjadi kewajiban Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Hal tersebut diutarakan Tokoh pemuda Kecamatan Rengasdengklok, Abun Yaminsyam baru-baru ini kepada Spirit Jawa Barat, Sabtu (7/7).

Menurut Abun seperti yang dilakukan Dinas lainnya di kabupaten Karawang, selain melayani masyarakat secara langsung beberapa Dinas juga telah melakukan sosialisasi yang intens kepada masyarakat agar program atau tujuan dinas tersebut dapat tercapai.

“Seperti Dinas Kesehatan dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) nya, Dinas Pendidikan dengan Karawang Cerdas, dan terlepas apapun hasilnya nanti. Dan sejauh ini saya pribadi belum melihat hal itu dilakukan DLHK, ada sosialisasi jaga kebersihan juga itu program Citarum Harum yang melarang masyarakat membuang sampah di sekitaran sungai Citarum,” jelasnya.


Masih menurut Abun, dirinya mengakui bahwa menyelesaikan permasalahan sampah di kabupaten Karawang ini tidak lah mudah, banyak faktor yang berpengaruh, salahsatunya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Tapi jelas menjadi kewajiban pemerintah untuk mengingatkan masyarakatnya, dan perlu rencana dan strategi. Bukan hanya menangani sampah secara langsung yang notabene nya, produktifitas sampah masyarakat Karawang itu sangat tinggi,” kata Abun.

Tumpukan sampah yang tak jauh dari gedung SDN IV Kampung sawah, jelas dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam belajar dengan aroma baunya yang menyengat.

Abun menambahkan untuk melakukan sosialisasi tersebut pasti lah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, dan menurutnya Dinas terkait mampu dan sanggup untuk melakukan sosialisasi dan bila perlu memberi contoh langsung dengan menempatkan tempat-tempat penampungan sampah sampai dengan pelosok pedesaan.

“Selain anggaran dari APBD kan ada pungutan retribusi sampah kepada masyarakat melalui PDAM setiap bulannya, itu bisa dipergunakan,” tegas Abun. (zul)