KARAWANG, Spirit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, didesak segera lakukan penertiban terhadap apartemen-apartemen yang diduga telah beralih fungsi menjadi hotel. Pasalnya berubahnya fungsi apartemen-apartemen tersebut bak hotel, tanpa adanya kontribusi sepeserpun untuk Pendapatan Daerah (PAD) dan menjadi faktor utama turunnya tingkat hunian hotel di Karawang yang otomatis juga menjadi penyebab turunnya PAD Karawang dari sektor Pariwisata, hal tersebut diungkapkan ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang, Gabriel Alexander, kepada Spirit Jawa Barat, Senin (4/11/2019).



Selain itu menurutnya, saat ini apartemen juga disinyalir menjadi sarang kejahatan dan juga menjadi tempat prostitusi, seperti yang terjadi pada salah satu apartemen yang berada di Kabupaten Karawang, baru-baru ini.

“Ancaman terbesar PAD Karawang saat ini dari sektor pariwisata itu adalah berubahnya fungsi apartemen menjadi hotel. Karena tak sepeserpun kontribusi yang diberikan apartemen-apartemen tersebut ke PAD Kabupaten Karawang,” tegas Gabriel.

Dengan layanan maksimum security yang diberikan apartemen, lanjut Gabriel, serta harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari hotel, membuat para penghuninya nyaman dalam melakukan beberapa kegiatan yang melanggar hukum. Seperti dugaan adanya transaksi narkoba dan dugaan adanya praktek prostitusional di dalamnya.

“Jujur, apartemen hari ini bisa ditanya langsung ke Polres dan sudah terbukti kemarin, ya bandar besar (narkoba-red) nongkrongnya di apartemen,” ungkapnya.

Masih menurutnya dengan kondisi tersebut PHRI pun telah melaporkan kepada pihak terkait penyebab turunnya PAD dari perhotelan di Karawang pada tahun 2019 ini.

“Kita telah melakukan pertemuan beberapa waktu lalu, yang dihadiri teman-teman manajer-manajer hotel di Karawang yang juga dihadiri dinas terkait, seperti Sat Pol-PP, Diparbud, sampai dengan DPMPTSP Karawang untuk mendesak pemerintah Karawang mengambil langkah atau tindakan terhadap apartemen-apartemen di Karawang yang telah berubah fungsi tersebut,” pungkas Gabriel. (dar)