KASUS penembakan yang satu belum terungkap, sudah muncul penembakan yang lain. Kejadian di Karawang ini tak ubahnya cerita di flm koboy. Senjata api begitu mudah menyalak di arahkan ke tubuh orang sehingga korban bergelimpangan. Sekurang-kurangnya itu saat membaca kembali kasus yang baru yang menimpa korban bernama Achmad Saroji (22). Pemuda karyawan sebuah pabrik otomotif dan asal Cirebon itu, harus meregang nyawa setelah ditembak sebanyak tiga kali oleh garong motor yang menyatroni lingkungan tempatnya mengontrak kamar, Rabu (20/1) dini hari.

Keterkejutan kita belum reda oleh peristiwa penembakan sebelumnya, yang pelakunya belum terungkap. Kita kutip berita yang di harian ini, yang dilansir Senin (11/1). “Seorang pengusaha ekspedisi dump truk batu kapur tewas ditembak orang tak dikenal di Kampung Citaman, Desa Tamansari Kecamatan Pangakalan Minggu (10/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban tewas dengan dengan luka tembak di bagian dada dan saat ditemukan sudah terkulai tak bernyawa di dalam mobilnya”. Pada keterangan lainnya disebutkan, pelaku datang berdua menggunakan motor.

Seorang turun dengan santai, lalu menghampiri mobil korban yang terparkir. Sekejap terjadilah penembakan dengan dua kali letusan senjata api (senpi). Usai mengeksekusi, pelaku jalan kembali lalu naik motor yang dikemudikan kawannya. Saksi menggambarkan pelaku begitu dingin saat membunuh.

Kejadian tersebut tentu menambah daftar panjang kasus-kasus kriminal di Daerah Pangkal Perjuangan ini. Padahal sebelumnya polisi baru saja membongkar kepemilikan empat senjata api (senpi) rakitan milik pelaku perampokan dan begal kendaraan bermotor (ranmor). Satu pemilik senpi rakitan asal Lampung tewas karena melawan dan satu orang buron.

Membaca kasus demi kasus, tidak berlebihan jika Karawang ada pada kondisi waspada kejahatan bersenjata api selain narkoba. Khusus soal penembakan oleh orang tak dikenal terhadap pengusaha dump truk, mungkin masuk pada katagori bukan kejahatan biasa. Tanpa mau melangkahi apa nanti hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian, namun melihat kejadiannya jelas bukan perampokan. Pasalnya tidak ada barang apapun yang diambil dari korban atau dari mobil Pajero Sport. Motif pelaku tampaknya hanya menghabisi nyawa korban. Ini sungguh sebuah kejadian luar biasa, karena korban terbilang pengusaha yang cukup dikenal.

Sebagaimana pernah kita tulis dalam forum ini, kasus penembakan di Karawang juga tak ubahnya aksi Geng Mafioso di negeri Paman Sam sana. Jika kita membaca referensi kejahatan negeri itu tahun 30-an, 40-an, hingga 50-an, senpi menyalak di jalanan, adalah hal lumrah. Korban bahkan bisa pengusaha, polisi, juga penegak hukum yang tak mau berkolaborasi. Tak ada larangan jual beli senjata, karena ada anggapan warga negaranya sudah dewasa, cukup sadar hukum, dan tahu konsekuensi jika senjata disalahgunakan. Akan tetapi di negeri adidaya itupun kini tengah mencari upaya agar kepemilikan senjata api secara pribadi diperketat, kalaupun tidak dilarang sama sekali.***