Agar Menjadi Kebanggaan Generasi yang Akan Datang

RENGASDENGKLOK, Spirit



Khitanan massal yang digelar Karang Taruna (KT) Tugu Kebulatan Tekad, Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok dengan tema Meraih Kesholihan Sosial dengan Saling Berbagi, merupakan sebuah momentum bagi pemuda Rengasdengklok untuk dapat melakukan sesuatu hal yang lebih besar di masa yang akan datang. Hal tersebut diutarakan tokoh masyarakat Rengasdengklok yang juga sebagai penasehat KT Desa Rengasdengklok Selatan, Emay Ahmad Maehi ditengah kegiatan Khitanan Massal, Minggu (12/3).

Menurutnya hal tersebut merupakan hal positif yang patut menjadi contoh bagi pemuda Rengasdengklok secara keseluruhan.

“Ditengah-tengah kondisi pemerintah yang sedang terpuruk seperti saat ini, dibutuhkan kekuatan-kekuatan masyarakat untuk bersatu membantu pemerintah. Salah satunya seperti hari ini, KT yang mayoritas muslim dan teman-teman dari agama Budha, bersama-bersama dalam kegiatan ini. Itu satu perwujudan persaudaraan sesama anak bangsa untuk menciptakan suasana yang baik bagi kepentingan bersama,” tegasnya.


Emay menambahkan bahwa KT Tugu Kebulatan Tekad di masa yang akan datang harus bisa menghadirkan teman-teman dari agama lain selain agama Budha dalam kegiatan nya, karena bangsa Indonesia dibangun secara bersama-sama. Satu harapannya dengan Karang Taruna Rengasdengklok Selatan yang telah tumbuh maju demi kepentingan Rengasdengklok, apabila menengok sejarah yang terjadi di Rengasdengklok sendiri, dimana sebelum di proklamasikan di jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, pemuda Rengasdengklok telah lebih dulu dengan berani menyatakan kemerdekaan RI.

“Disini di halaman kecamatan lama ini, tempat kita saat ini berkumpul, pada 16 Agustus 1945 para pemuda Rengasdengklok telah lebih dulu mengibarkan bendera merah putih. Dan saya bersama Karang Taruna Rengasdengklok Selatan meminta kepada pemerintah untuk mengembalikan situs-situs sejarah perjuangan Rengasdengklok ini agar menjadi kebanggaan anak-anak kita di masa yang akan datang,” serunya. (dar)