KARAWANG – Keterampilan motorik sangatlah penting dimiliki oleh setiap anak. Dengan keterampilan motorik, anak memiliki kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh sehingga bisa melakukan berbagai hal seperti berdiri, berjalan, menulis, dan aktivitas gerak lainnya.

Dalam rangka mendukung upaya melatih keterampilan motorik anak, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Ruslan Abdul Gani melakukan inovasi dengan mengembangkan media ular tangga sebagai sarana berlatih.

Saat dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021), Ruslan menuturkan, keterampilan motorik adalah salah satu kemampuan gerak anak. Terdapat dua jenis keterampilan motorik yaitu halus dan kasar. Keterampilan motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil misalnya jari tangan sehingga anak bisa melakukan aktivitas seperti menggambar. Sedangkan keterampilan motorik kasar melibatkan pergerakan otot-otot besar seperti tungkai, lengan dan otot-otot tubuh sehingga anak bisa melakukan aktivitas berjalan, melempar, dan lainnya.

“Keterampilan motorik yang dilatih dengan baik tentunya dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Keterampilan motorik ini sangatlah penting karena lebih jauhnya akan mempengaruhi kehidupan anak di masa mendatang,” ujar Ruslan.

Oleh karena itu, kata Ruslan, media ular tangga yang dikembangkan, dirancang untuk melatih keterampilan motorik anak baik halus maupun kasar. Dalam media ular tangga yang berukuran 3×3 meter, setiap kotaknya diisi aktivitas motorik halus dan kasar. Aktivitas motorik kasar seperti memutar kedua lengan sebanyak 10 kali ke depan, jalan di tempat sebanyak 10 kali, melempar bola ke keranjang, dan menendang bola. Sedangkan aktivitas motorik halus seperti mengikat tali sepatu dan mewarnai gambar.

“Cara kerjanya sama dengan permainan ular tangga secara umumnya yakni anak terlebih dulu melempar dadu, setelah itu anak melangkah sesuai dengan jumlah dadu yang keluar. Nantinya dalam kotak yang ditempati, mereka harus melakukan perintah sesuai yang tertulis dalam kotak tersebut. Misalnya mereka berhenti di kotak nomor empat, maka mereka harus jalan di tempat sebanyak 10 kali karena perintah di nomor empat seperti itu,” jelas pria bergelar doktor ini.

Selain melatih keterampilan motorik anak, Ruslan menambahkan, dalam media ular tangga yang dikembangkan, ada nilai sikap di beberapa kotak yang nantinya diharapkan dapat mengantarkan anak untuk memiliki sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti taat kepada guru, berbakti kepada orang tua, rajin belajar, malas belajar, membuang sampah sembarangan, terlambat sekolah, merusak lingkungan, dan taat pada peraturan.

“Jika anak berhenti di kotak sikap yang baik seperti rajin belajar maka anak akan naik tangga yang otomatis mempercepat mencapai finis. Sebaliknya jika anak berhenti di kotak sikap yang buruk seperti malas belajar maka anak akan turun tangga yang menjauhkannya dari finis,” tutur pria yang menjabat juga sebagai Ketua Harian PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Kabupaten Karawang ini.

“Alhamdulillah saat aktivitas motorik melalui media ular tangga ini didemokan kepada anak-anak yang tergabung dalam klub Motorik Learning Karawang pada awal Juni lalu di Stadion Singaperbangsa, mendapat sambutan positif dan sangat disenangi anak-anak. Semoga dengan media yang coba saya kembangkan ini dapat membantu melatih keterampilan motorik anak. Sehingga anak bisa mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara optimal,” pungkasnya. (dea)