KARAWANG, Spirit – Kapolres Karawang, AKBP Arif Rahman Arifin bersama sekelompok masyarakat Karawang peduli sesama yang diprakasai oleh Satia Gumilar lakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Muftaqir, yang berlokasi di Kampung Gempol, RT. 03/RW.01, Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Karawang, Rabu (15/7/2020), setelah puluhan tahun Ponpes tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.



Dikatakan perwakilan masyarakat Karawang peduli sesama, Satia Gumilar, kini Pospes yang dihuni sekitar 30 santri yatim piatu dan dhuafa ini telah memiliki legalitas resmi dengan akta pendirian no. 6 tanggal 23 Juni 2020, yang dibuat dihadapan Notaris Hj. Dede Tien Fatimah, SH, M.Kn serta mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan  Keputusan Nomor : AHU 0009797.AH.01.04.Tahun 2020 tanggal 24 Juni 2020.

“Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Muftaqir per tanggal 4 Juli 2020 pun telah memiliki tanah sendiri seluas 427 M2. Semua terwujud berkat bantuan, dukungan, infaq, sodaqoh yang berasal dari masyarakat Karawang peduli sesama dan bantuan dari Kapolres Karawang, AKBP Arif Rahman Arifin,” ungkap Satia.

Pada awalnya, lanjut Satia, pondok pesantren Al-Muftaqir berdiri di atas tanah karuhun dan sebagian tanah milik Dinas Pengairan yg status hukumnya belum jelas. Begitu pun dengan kondisi bangunannya yang sangat memprihatinkan dan tak layak huni bagi para santrinya.

“Bangunannya dari bilik yang sudah bolong, dan kamar santri pun terbuat dari bambu dengan ukuran yang sangat kecil. Atas dasar tersebut terus merasa terpanggil untuk menggalang dana dari para dermawan dan donatur, Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat ijin dan ridlo-Nya serta dukungan dari berbagai pihak, baik para donatur, dan para dermawan yang sudah rela dan dengan penuh keikhlasannya  menyisihkan sebagian hartanya untuk infaq & wakaf dalam rangka  pembangunan, pengadaan lahan untuk  Pondok Pesantren Al-Muftaqir tersebut,” pungkasnya. (ist/dar)