KARAWANG, Spirit – Jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, operator kebersihan atau yang biasa disebut pasukan oranye pada UPTD Kebersihan wilayah II Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) maksimalkan kinerjanya untuk atasi tumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di wilayah pasar Rengasdengklok.



Kepala UPTD Kebersihan wilayah II DLHK, Iki mengatakan tingginya produktivitas sampah di pasar Rengasdengklok yang tak sebanding dengan 6 unit armada pengangkut sampah yang dimilikinya membuat tumpukan sampah di TPSS sekitar pasar sulit untuk dikendalikan, di tambah lagi jadwal pengangkutan sampah TPSS lainnya yang ada di wilayah kerjanya.

“Selama ini selalu terjadi penumpukan sampah di TPSS pasar Rengasdengklok, dengan memaksimalkan kinerja 30 orang operator kebersihan kita, hari ini kita bisa membuat tumpukan sampah di TPSS pasar menjadi nol,” jelas Iki kepada Spirit Jawa Barat melalui sambungan telepon, Rabu (20/5/2020).

Selama tahun 2019-2020, lanjut Iki, pihak UPTD Kebersihan Wilayah II baru dua kali membuat TPSS di lingkungan pasar dapat dikendalikan atau membuat nol TPSS dari tumpukan sampah. Dan selama sebulan terakhir saat wabah Covid-19 melanda, menurutnya Produksi sampah di wilayah kerjanya tak ada penurunan sehingga tak ada pengurangan jadwal angkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang.


“Bila tak ada halangan seperti kerusakan armada, dengan 6 unit armada pengangkut dan 30 orang operator kebersihan, kami akan terus berusaha maksimalkan pelayanan kebersihan di wilayah Rengasdengklok dan sekitarnya, walau tak jarang kita harus bekerja sampai malam hari,” pungkasnya. (dar)