KARAWANG, Spirit – Perwakilan Direksi PT. Organik RDF Pratama, Asep Nugraha menjawab sejumlah pertanyaan dan keraguan masyarakat tentang komitmen Pemkab Karawang dengan pihak swasta dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang, dengan merubah sampah rumah tangga di TPAS Jalupang menjadi bahan bakar alternatif menggunakan metode atau sistem Refuse Derived Fuel (RDF) mengatakan, pada prinsipnya masyarakat tak perlu khawatir, ia dapat memastikan program akan terus berjalan.



Dan menurutnya saat ini hanya persoalan waktu dan teknik saja, dengan bekerjasama dengan pemerintah pihaknya juga akan sangat memperhatikan prinsip kepatuhan dan akan tunduk pada regulasi atau peraturan yang ada.

“Sampai saat ini, kami telah lolos Feasibility Study (FS) kok. Artinya, ini sudah mendekati final dari semua rangkaian proses yang sejak awal kami tempuh, dan dalam waktu dekat ini, kemungkinan minggu ini juga sudah membahas Kerangka Acuan Kerja (KAK). Di mana yang namanya KAK ini merupakan bahan untuk menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ungkap Asep Murah kepada spiritjawabarat.com, Senin (11/11/2019).

Lebih lanjut, laki – laki yang biasa di sapa dengan nama Asnug ini juga mengatakan walau bagaimanapun pihak tetap menghargai kekhawatiran masyarakat. Pasalnya ia mengakui secara fisik dan progres programnya belum sampai ke situ, dan pihaknya masih berbenah dalam aspek administrasi.

“Sebab, sebelum melangkah pada teknis fisik, kelengkapan administrasi merupakan bentuk ketaatan pada aturan, dan langkah paling utama yang harus di tempuh oleh kedua belah pihak, yaitu kami dari PT. Organik RDF Pratama dan Pemkab Karawang,” jelasnya.

Asnug menambahkan bahwa pihaknya berani menjamin, Pemkab Karawang melalui DLHK Karawang sangat serius dan tidak hanya sekedar wacana dalam mengatasi permasalahan sampah di Karawang.

“Saya mewakili management PT. Organik RDF Pratama, menghaturkan terima kasih atas atensi masyarakat yang peduli dengan permasalahan sampah di Karawang,” tegasnya.

Sementara itu, sampai berita ini masuk meja redaksi, Kepala Dinas LHK Karawang, H. Wawan Setiawan masih belum dapat di hubungi untuk dimintai keterangannya. (ist/dar)