CILAMAYA WETAN, Spirit



Jalan Desa Rawagempol Kulon Kecamatan Cilamaya Wetan yang digunakan sebagai jalur utama arus lalulintas masyarakat perlu diperbaiki. Pasalnya, jalur tersebut kerap menimbulkan kecelakaan belum lagi menjadi faktor penghambat bagi warga selaku pengguna jalan. Warga pun dihantui ketakutan, sehingga mengeluhkan kerusakan jalan di media sosial.

“Jalur utama ini rusak parah dan sangat padat di jam sibuk hingga harus hati-hati saat melintas. Kasihan jika ibu hamil harus lewat jalur ini, bisa langsung lahiran ha ha,” ungkap warga setempat Jajang kepada Spirit Jawa Barat, Sabtu (10/2).


Menurut Jajang, jalan Desa Rawagempol Kulon yang dijadikan jalur utama menghubungkan Desa Sukakerta juga Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon kondisinya kini rusak parah. Dikatakan Jajang, jalur tersebut sangat padat dilalui anak sekolah, pedagang di saat jam-jam sibuk yakni di pagi dan sore hari. Terlebih saat melewati jalan itu kendaraan harus antre karena jalan berlubang serta dalam.

“Kondisi jalan sudah terkelupas, hot mixnya abis terlihat tanah. Berlubang lebar dan dalam. Takutnya, menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Dikatakan Kepala Desa Rawagempol Kulon, H Ade Laide, sebelumnya pihak desa sudah mengajukan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Karawang sudah berkali-kali. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi. Pihaknya mengaku tidak akan tutup mata dengan kondisi itu.

“Secara geografis Desa Rawagempol Kulon berada ditengah-tengah, antara Desa Rawagempol Wetan dan Sukakerta. Sementara jalan protokol kedua desa itu sudah bagus dicor. Anehnya Rawagempol Kulon dibiarkan rusak, entah kenapa kami tidak mengerti,” singkatnya. (wan)