JAYAKERTA, Spirit



Lebih dari satu tahun Kecamatan Jayakerta di pimpin pelaksana tugas (Plt), akhirnya Kecamatan Jayakerta mempunyai pemimpin baru hasil dari rotasi jabatan yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu. Pimpinan Kecamatan Jayakerta kini di isi oleh Budiman Achmad yang di ketahui sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang.


Menurut plt Camat Jayakerta yang juga sebagai Camat Batujaya, Rohmana, ia mengakui masih banyak tugas yang menjadi pekerjaan rumah bagi camat baru Jayakerta. Mulai dari pembenahan administrasi yang berada di Kecamatan, maupun desa-desa. Apalagi dengan adanya salahsatu Kepala Desa yang terjerat hukum akibat penyalahgunaan dana bantuan pemerintah. Hal tersebut merupakan catatan tersendiri bagi camat baru Jayakerta.

“PR besar Camat itu membenahi administrasi desa, apalagi terkait Kades yang belum lama ini tersandung hukum dan memang sudah di tangani pihak berwajib. Yang lainnya normatif, paling perlu pelebaran jalan utama aja yang harus di ajukan ke dinas PUPR,” ujarnya kepada awak media, Jumat (9/2) kemarin setelah melakukan serah terima jabatan di aula kantor Kecamatan Jayakerta.

Dalam sambutannya Rohmana mengakui keteledorannya dalam memonitoring Kepala Desa hingga harus berurusan dengan pihak berwajib dan berujung kepada penahanan. Selama 14 bulan memjadi plt Camat Jayakerta, kejadian tersebut merupakan hal yang tak bisa di pungkiri sebagai kegagalannya.

Sedangkan menurut Camat Jayakerta, Budiman Achmad saat diwawancarai awak media, semua permasalahan yang berada di Kecamatan Jayakerta merupakan tantangan baru baginya, terutama dalam membina 8 desa yang saat ini mendapat gelontoran dana cukup besar dari pemerintah. Pasalnya, kasus yang menimpa kades Kertajaya akan menjadi contoh dalam mengambil keputusan. Ia mengaku akan berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai Camat Jayakerta.

“Segala idealisme tidak akan ada apa-apanya kalau tidak di sertai keinginan dari para kades,” katanya.

Dirinya meyakini jika jabatan barunya ini merupakan pengkrucutan wilayah binaannya mengingat, sebelumnya ketika duduk di Kabid DPMD, ia harus membina 297 desa yang berada di Kabupaten Karawang.

“Dulu saya membina 297 desa, saat ini hanya 8 desa. Tapi tak semudah itu, karena masing-masing desa mempunyai karakternya tersendiri,” ucapnya.(dar)