KARAWANG, Spirit – Pernyataan adanya ancaman terhadap Kepala Desa (Kades) Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok pada sebuah akun media sosial Facebook beberapa waktu lalu, dianggap oleh beberapa kalangan dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik horisontal di Rengasdengklok, pasalnya dalam pernyataan tersebut pemilik akun diduga telah menyebarkan kabar yang tidak benar, bahkan diduga juga sudah menyebarkan ujaran kebencian dan menyinggung kedaerahan (rasis).



Dugaan pemilik akun telah menyebarkan berita tidak benar (hoax) diperkuat dengan adanya pernyataan Kades Rengasdengklok Selatan, Darim yang menyatakan bahwa dirinya selama ini tak pernah merasa diancam oleh pihak manapun.


“Saya sendiri tidak pernah merasa diancam oleh siapapun, dan pernyataan di medsos itu kan berdasarkan keterangan dari ketua Karang Taruna Desa Rengasdengklok Selatan. Mungkin ketua karang taruna dapat menjelaskan hal itu,” jelas Darim kepada Spirit Jawa Barat melalui sambungan teleponnya, beberapa waktu lalu, Kamis (15/8/2019).

Dirinya pun berharap ketua Karang Taruna Rengasdengklok Selatan dapat lebih jelas dalam memberi keterangan atau dapat segera meluruskan kabar yang telah menyebar tersebut.

“Harus segera di klarifikasi agar permasalahan dapat segera selesai,” pungkasnya.

Menurut pantauan Spirit Jawa barat, pemilik akun dalam pernyataannya telah menyebutkan bahwa pelaku pengancaman adalah orang luar daerah Rengasdengklok atau pendatang. (dar)