Suasana pembagian Siltap bagi perangkat desa dan Linmas Desa Kutajaya yang sempat ditahan uang tersebut oleh Kepala Desa Kutajaya

KUTAWALUYA, Spirit



Diwarnai insiden kecil pembagian Penghasilan Tetap (Siltap) tahap dua untuk perangkat Desa Kutajaya, Rabu (10/1). Insiden tersebut bermula dari RT yang pulang dengan tangan hampa. Hal tersebut terjadi setelah siltap tahap duanya di potong langsung oleh Kepala Desa dengan alasan untuk membayar hutang RT kepada mantan istri muda Kades. Selain itu, Rt yang sekaligus merangkap jabatan sebagai linmas tersebut, dana siltap linmasnya pun di potong sebesar Rp 150 ribu tanpa alasan yang jelas.

“Orang lain mah enak saat pembagian dana siltap bisa membawa gajihnya masing-masing, lah saya gak dapet apa-apa. Uang saya di potong langsung oleh kades, memang saya sendiri punya hutang kepada mantan istri mudanya, tapi kalau bisa jangan di potong semua gitu, keluarga saya tetap saja nanyain di rumah. Mana uang linmas di potong juga,” keluh Ujang ketua Rt 10/03 Dusun Bakan Banten saat pembagian Penghasilan Tetap (Siltap) tahap 2 yang sebelumnya uang tersebut sempat tertahan oleh kadesnya.

Dirinya yang sebagai buruh serabutan sangat mendambakan pembagian dana siltap tersebut, namun harapannya tidak sesuai dengan aparat desa lainnya.

Menurut informasi yang didapat semua anggota linmas Desa Kutajaya merasakan hal yang sama seperti halnya Ujang. Setiap anggota linmas Desa Kutajaya di potong dana siltapnya oleh Kades tanpa alasan yang jelas sebesar Rp 150 ribu peranggotanya.

Hal senada dikatakan Mamo anggota linmas lainnya, 10 anggota linmas Desa Kutajaya ikut menjadi korban korban pemotongan dana siltap oleh Kades, dirinya mengakui hal serupa yang di rasakan 9 rekan kerjanya yang lain. padahal menurutnya, dana yang ia terima tidak begitu besar dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sama, saya juga kena potongan sebesar Rp 150 ribu, dan semua anggota linmas Desa Kutajaya di potong oleh kades tanpa alasan yang jelas,” akunya.

Gerbang kantor desa yang digembok oleh perangkat desa kutajaya beberapa waktu lalu, akibat kecewa uang siltap hak mereka tak kunjung dibagikan.

Diketahui Kepala Desa Kutajaya menahan uang Siltap yang menjadi hak para perangkat Desa Kutajaya sehingga terjadi penggembokan gerbang kantor desa kutajaya beberapa hari lalu.(dar)