KARAWANG, Spirit – Acara senam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Karawang, di Kecamatan Pakisjaya, Jumat (14/2/2020) yang dihadiri Bupati Cellica Nurrachadiana sama sekali tidak ada korelasinya dengan para siswa SD.



Hal tersebut ditegaskan Praktisi pendidikan dan pemerhati kebijakan pemerintah Kabupaten Karawang, Ridwan Alamsyah, dan menganggap terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pakisjaya saat acara PERWOSI digelar adalah tindakan yang terlalu berlebihan. Bahkan, para pelajar SD pun sampai basah kuyup kehujanan.

“Telalu berlebihan acara itu, bahkan terkesan adanya politisasi anak dalam kegiatan yang dihadiri Bupati Cellica jelang Pilkada 2020. Sudah terganggu belajarnya, mungkin saja hari ini ada yang sakit karena kehujanan,” kata Ridwan Sabtu (15/2/2020) siang di Karawang.


Sebelumnya, Camat Pakisjaya, Panji Santoso mengaku sama sekali tidak mengerahkan agar siswa SD hadir dalam acara itu. Pihaknya, kata dia, hanya mengundang PERWOSI, PKK, dan guru PAUD.

“Yang jelas mah tidak memerintahkan untuk mengerahkan budak (anak) SD,” kata Panji, Jumat (14/2/2020) saat dihubungi awak media via telepon.

Berbeda dengan Camat Pakisjaya, secara terpisah Korwil Bidikcam Pakisjaya, Sudirja mengaku menjalankan amanah surat Camat Panji Santoso agar pihaknya menghadirkan guru dan pelajar untuk menyambut kedatangan Bupati Cellica.

“Minta penyambutan ya minimal karena kita akan kedatangan pemimpin (Bupati Cellica), artinya anak agar supaya menyambut Bupati supaya ikut senam untuk SD Tanjungpakis I dan II,” ungkapnya.

Sudirja tidak menampik kalau hadirnya para pelajar SD dalam acara PERWOSI yang dihadiri Bupati Cellica itu memang perintah Camat Panji Santoso.

“Karena Pak Camat sendiri kemarin untuk sementara anak diberikan tugas untuk belajar di rumah, begitu pak. Iya iya ada suratnya kok dari Pak Camat,” tandasnya. (dar)