KARAWANG, Spirit – Polres Karawang merilis angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Karawang dua tahun terakhir di tahun 2017- 2018.



Wakil Kepala Kepolisian Resort Karawang, Kompol Ryky Muharam mengatakan, sepanjang tahun 2017 angka kecelakaan lalu lintas mencapai 5.556 kasus, dan tahun 2018 mencapai 4.096 kasus.

“Tahun 2017 1.605 meninggal, luka berat 819 orang, 6.470 orang menderita luka ringan,” kata Ryky pada apel gelar. asukan Operasi Keselamatan Lodaya 2019 di Mapolres Karawang, Selasa (30/4/2019).

Sementara, tahun 2018 lalu, dikatakan Ryky, angka kecelakaan lalu lintas mencapai 4.096 kasus.

“Korban meninggal mencapai 1.135 orang, luka berat 542 orang, dan luka ringan 4.799 orang. Kerugian materi mencapai Rp 11, 7 miliar ditahun 2017 dan Rp 9,7 miliar di tahun 2018,” ungkapnya.

Angka tersebut memang menunjukkan tren penurunan, setiap tahunnya. Namun, operasi Keselamatan Lodaya diharapkan mampu menekan terus angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya.

“Pembinaan , sosialisasi tertib berlalu lintas terus digalakkan oleh jajaran Polres Karawang,” katanya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Karwang, AKP Bariu Bawana menambahkan, setiap tahun berbagai operasi lalu lintas Kepolisian bertahan digelar.

“Sekarang Mei 2019 Operasi Keselamatan Lodaya menitik beratkan 40 persen preemtif, 40 persen preventif dan 20 persen represif,” kata Bariu.

Beberapa bulan kedepan, lanjut Bariu, pihak Kepolisian akan kembali menggelar Operasi Ketupat Lodaya, jelang Hari Raya Idul Fitri, setelahnya Operasi Patuh, dan akhir tahun Operasi Lilin.

“Operasi berjenjang sepanjang tahun. Tujuannya menertibkan pengendara kendaraan bermotor agar terhindar dari Kecelakaan. Kesadaran dan disiplin masyarakat dalam tertib berlalu lintas berperan penting, agar terhindar dari kecelakaan,” tutupnya. (adi)