BANYUSARI, Spirit



Seperti hari-hari lainnya Kecamatan Banyusari dikunjungi oleh warga yang hendak mendapatkan pelayanan. Ada bermacam-macam pelayanan yang diinginkan warga, mulai dari perizinan hingga pelayanan administrasi, seperti pembuatan kartu keluarga dan e-KTP.

Warga pun berharap pelayanan akan lebih cepat didapat jika datang lebih pagi. Maka dari itu, seorang ibu warga Dusun Kalenbuntu Desa Banyuasih, sebut saja Asih, datang sejak pukul 09.00 WIB.

“Sengaja saya datang lebih pagi, untuk perekaman e-KTP agar cepat beres, karena masih banyak pekerjaan dirumah. Tapi hasilnya menjengkelkan, untuk perekaman aja sampai satu jam. Akibat mesin e-KTP tidak berpungsi cepat alias lemod. Sidik jari gak konek-konek, makan waktu beberapa menit. Belum nunggu loding. Pokok nya lama banget, makan waktu,” ungkapnya usai perekaman, Senin (11/2) dibanyusari.

Menurut operator perekaman e-KTP Kecamatan Banyusari, Adim, mengatakan, lamanya proses perekaman lantaran alat perekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dibanyusari sudah usang. Akibatnya, biasa proses 10 menit bisa sampai 1 jam, jadi pelayanan terganggu.


Kata Adim, alat perekaman belum pernah diganti dari sejak tahun 2014 hingga sekarang. Kondisi ini telah terjadi dua bulan lebih dan sudah dilaporkan ke pihak kabupaten.

“Alat perekam e-KTP yang rusak yakni alat sidik jari, alat iris mata, juga kamera poto. Kadang koneknya lama banget, itu yang membuat pelayanan terhambat. Masyarakat yang kurang ngerti kadang marah kepetugas, mereka anggap gak bisa kerja, padahal alatnya yang jadul,” ucapnya.

Akibat kerusakan alat perekam e-KTP tersebut, tambah Adim, aktivitas perekaman dikecamatan tidak dapat dilakukan maksimal.

“Sewaktu alatnya masih gak seperti ini, mungkin karena sudah lama umurnya, paling kalau rusak cuman servis gak diganti,” tandasnya. (wan)