KARAWANG, Spirit



Pemerintah Kabupaten Karawang berencana merubuhkan Tugu Proklamasi di Rengasdengklok, Karawang. Sebagai gantinya akan dibangun replika markas Pembela Tanah Air (PETA).

“Tugu yang sekarang buat pentas dangdut saja. Tidak ada kebanggan di sana,” kata Acep Jamhuri Kepala Dinas PUPR Karawang kepada wartawan di kantornya Rabu (3/10/2018).


Tugu Proklamasi berupakan monumen untuk mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan. Namun saat ini, kondisinya tidak terawat dan jorok. Alhasil Pemda setempat bakal mengganti dengan replika bangunan bersejarah baru yang lebih bernilai dan menarik minat pengunjung.

“Rengasdengklok itu daerah bersejarah. Tapi nuansa sejarahnya kurang terasa karena tempat yang kurang representatif. Makanya kita membangun ulang beberapa monumen, supaya nilai sejarahnya muncul kembali,” ungkap Acep.

Acep menuturkan, beberapa monumen yang akan dibangun kembali adalah replika rumah sejarah Djiaw Kie Siong tempat Soekarno dan Hatta ditawan pemuda, replika markas PETA. Adapun kantor bekas kewedanaan Rengasdengklok bakal dipugar dan dibenahi.

“Kita akan buat semuanya sesuai dengan bentuk aslinya. Kita sudah melakukan studi supaya bentuk bangunan sangat mirip aslinya,” tutur Acep.

Untuk memudahkan pengunjung, rencananya bakal dibangun pedestrian yang menghubungkan bangunan – bangunan itu satu sama lain. Sebuah diorama, musium dan taman juga bakal dibuat untuk menambah destinasi wisata sejarah di sana.

“Kita sedang membuat masterplannya. Sebisa mungkin ada pedestrian yang terkoneksi antara bangunan. Termasuk ke rumah Djiaw Kie Siong,” tandas Acep.

Meski saat ini, rumah replika Djiaw Kie Siong sudah berdiri, namun status rumah itu masih milik keluarga Siong. Alhasil Pemkab Karawang berupaya membeli rumah tersebut untuk dirawat dan dijadikan bangunan cagar budaya. “Namun karena keluarga sulit melepas akhirnya kami buat replika. Toh rumah itu juga replika karena rumah aslinya sudah tidak ada,” ungkap Acep.

Diketahui, rumah sejarah tempat Soekarno dan Hatta diamankan pemuda 16 Agustus 1945 silam sudah bergeser dari lokasi aslinya.

“Lokasi aslinya dekat dengan sungai Citarum, cuma digeser karena tanah sekitar sungai mengalami erosi,” ungkap Acep.

Pembangunan proyek besar tersebut rencananya akan dimulai tahun 2019. Adapun Acep menargetkan proyek tersebut bisa selesai tahun 2020. (ist/zul)