KARAWANG, Spirit



Setelah sebelumnya mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, untuk mempertanyakan kelengkapan perizinan PT. Bhakti Idola Tama (BIT) dalam kegiatan perusahaan tersebut atas perluasan lahan usahanya. Kali ini LSM Gibas Jaya ganti mendatangi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang untuk beraudiensi juga mempertanyakan kelengakapan perizinan perusahaan tersebut, Kamis (4/30).


Ketua DPP LSM Gibas Jaya Kabupaten Karawang, Angga Dhe Raka mengatakan PT. BIT adalah sebuah area pergudangan yang berlokasi di Kelurahan Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat, pada awalnya berluas hanya 1,5 hektare. Saat ini melakukan perluasan hingga 6,8 hetare yang diduga belum memiliki izin yang lengkap dan belum termasuk dalam dokumen lingkungan.

“Kita mendatangi DLHK masih untuk menanyakan tentang perizinan yang dimiliki perusahaan tersebut,” jelas Angga kepada awak media, usai gelar audiensi dengan DLHK, Kamis (4/30).

Masih menurutnya, sebagai lembaga yang berada di tengah lingkungan masyarakat, konsisten akan terus mengingatkan serta mendorong pemerintah untuk menertibkan perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten karawang.

Angga menambahkan dari hasil pertemuan tersebut pihak DLHK mengatakan bahwa PT. BIT telah memiliki izin UKL-UPL dengan luas awal 1,5 hetare dan belum mengetahui tentang perluasan lahan usaha perusahaan tersebut hingga menjadi 6,8 hektare.

“Tetapi saat diminta untuk memperlihatkan dokumen tersebut, pihak DLHK belum bisa memenuhi keinginan kita. Dan berjanji akan memperlihatkannya pada hari Selasa mendatang, juga berjanji untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tadi tentang kegiatan perluasan lahan usaha PT. BIT yang disinyalir tak memiliki izin yang lengkap,” pungkasnya.

Sementara itu Sekertaris Dinas LHK, Rosmalia Dewi yang menemui LSM Gibas Jaya saat audiensi, belum bisa dimintai keterangannya saat dihubungi melalui telepon selularnya. (zul)