KARAWANG, Spirit – Angka pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Karawang adalah ironi daerah industri dan pertanian yang terjadi saat ini. Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Jawa Barat, Asal Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang dan Purwakarta dari fraksi Gerindra, Ihsanudin.

Sebelum mewabahnya Covid-19, Ia mensinyalir angka pengangguran di Kabupaten Karawang mencapai 180 ribuan orang dengan potensi industri yang ada di Karawang selama ini tidak dibarengi interest yang cukup dari pemimpinnya.

“Kabupaten Karawang miliki APBD sekitar Rp. 4,7 triliun dan ada 1.586 pabrik atau perusahaan. Ironis kalau sampai hari ini angka penganggurannya masih tinggi dan tingkat kemiskinannya juga tinggi,” ujar pria yang karib disapa Kang Ical tersebut kepada spiritjawabarat.com, Selasa (27/10/2020).

“Angka pengangguran sebanyak itu adalah lulusan sekolah,” katanya lagi.

Karenanya ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kedepan harus lebih serius menangani masalah pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi, ia pun mengapresiasi visi misi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Ahmad (Jimmy) Zamakhsary dan Yusni Rinzani yang memiliki visi lebih jelas untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Karawang.

“Saya apresiasi konsepnya Kang Jimmy-Teh Yusni yang akan menyiapkan 30-50 miliar dari APBD untuk perusahaan dengan kewajiban mengadopsi semua lulusan sekolah di Kabupaten Karawang.Tiap perusahaan setahunnya mengambil lulusan sekolah, dimana satu perusahaan setahun cukup mengakomodir 30 orang anak. 30 x 1.500 pabrik, satu tahun sudah 45 ribu anak tersalurkan. Satu tahun itu, kali dua tahun, kali tiga tahun dan seterusya,” tutur Kang Ical.

Ia juga berpendapat Pemkab Karawang mau merelokasi anggaran pembuatan Balai Latihan Kerja (BLK) yang dinilainya tak berfungsi untuk dialihkan kepada instruktur yang ada di pabrik-pabrik untuk mendidik dan mengambil lebih banyak tenaga kerja asal Kabupaten Karawang.

Lebih jauh Kang Ical pun mengemukakan bahwa masalah pengangguran dan kemiskinan harus menjad concern semua pihak.

“Karena pengangguran merupakan kondisi yang memprihatinkan dan dapat membahayakan perekonomian, maka harus dilakukan pencegahan atau paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan kerjasama pemerintah, lembaga terkait, pengusaha, instansi dan masyarakat,” katanya.

Dikatakan Kang Ical, solusi yang harus dilakukan agar dapat mengurangi angka pengangguran ini, setiap tahunnya akan semakin sulit seriring meningkatnya para pencari kerja, kebutuhan perusahaaan, munculnya sumber daya mesin yang semakin canggih dari tahun ke tahun, kebijakan pemerintah dan hal lain yang pasti akan mempengaruhi besarnya angka pengangguran. Setiap waktu harus diperbaharui agar selalu update dengan keadaan kenyataan yang ada.

Anggota dewan asal Karawang ini mengungkapkan, ada beberapa pedoman bagaimana mengatasi angka pengangguran yang semakin tahun semakin besar jumlahnya. Antara lain membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, meningkatkan peredaran modal usaha, menempatkan pencari kerja ke tempat yang sesuai kemampuan. Dan melatih para pencari kerja untuk memiliki jiwa entrepreneur atau membuka usaha sendiri. (ist/red)