KARAWANG, Spirit – Agar tak berlarut-larut hingga timbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Karawang, Ghazali Center meminta Kejaksaan Negeri Karawang (Kejari) bekerja cepat dalam menangani kasus dugaan adanya fee proyek dana aspirasi (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. Hal tersebut diutarakan Kepala Divisi Data dan Informasi Ghazali Center, H. Toni Damanik.

“Kami berharap Kejari Karawang dapat segera memberikan kepastian hukum, artinya apabila kasus ini dapat dinaikan kasusnya, ya segera tetapkan siapa tersangkanya, dan begitu sebaliknya apabila tidak cukup bukti untuk dinaikan ya secepatnya beri keputusan hukum sehingga tidak mengakibatkan kegaduhan di masyarakat secara berlarut larut,” tegas pria yang akrab disapa H. Toni tersebut usai Ghazali Center datangi Kejaksaan Negeri Karawang, Selasa (7/6/22).

Masih dikatakannya, Ghazali Center juga mengapresiasi atas kepekaan dan kesigapan Kejari Karawang dalam menanggapi dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya fee Pokir DPRD Karawang.

“Maksud tujuan dari kunjungan Ghazali Center ke Kejaksaan Negeri Karawang adalah, Kita memang merupakan bagian dari Sosial Control, menjadi kewajiban dan panggilan nurani untuk ikut mengawal proses penegakan hukum terutama pemberantasan korupsi. Untuk itu kami (Ghazali Center-red) sangat mendukung secara moral dan berharap kasus ini berjalan secara on the track,” pungkasnya. (red)