KARAWANG, Spirit – Kegiatan membangun kembali lapak atau auning tempat berdagang oleh Forum Pedagang Pasar PJKA Rengasdengklok (FP3R) di atas lahan milik PT. KAI terpaksa dihentikan sementara. Penghentian pembangunan disebabkan FP3R belum juga mendapatkan perjanjian sewa lahan sebagai jawaban atas permohonannya kepada PT. KAI beberapa bulan lalu.

Diduga, keberanian FP3R untuk membangun kembali di lokasi milik PT. KAI yang akan dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemkab Karawang ini disebabkan adanya ‘angin segar’ yang diberikan salah seorang oknum pejabat PT. KAI Daop 1 kepada para pedagang anggota FP3R.

Seperti yang diungkapkan wakil ketua FP3R, Unang Tahajuddin kepada awak media, bahwa FP3R telah mengajukan permohonan bermitra dengan menggarap lahan milik PT. KAI, 7 bulan yang lalu. Bahkan menurutnya sejumlah orang dari Daop 1 pun telah mendatangi pihak FP3R.

“Sampai teman-teman para pedagang menanyakan kepada perwakilan Daop 1 saat itu, ‘pak mungkin tidak kami masih tetap berdagang di sini ?’. Jawaban beliau pada saat itu, ‘Sangat memungkinkan’,” kata Unang kepada awak media, Selasa (7/6/22).

Setelah itu, lanjut Unang, FP3R pun telah mendatangi PT. KAI Daop 1 Jakarta untuk menyerahkan sejumlah data para pedagang.

“Bahkan ke ruangan beliau. Kami serahkan kepada beliau (data pedagang-red), beliau pun lagi-lagi menjawab dengan berkata, ‘ini akan menjadi bahan, untuk kami ajukan ke jajaran direksi dan bahkan ke pusat’, dan Alhamdulilah sampai hari ini belum ada jawaban dari PT.KAI,” kata Unang lagi.

Sebelumnya, di tempat yang sama, didampingi Muspika Kecamatan Rengasdengklok, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), H. Ahmad Suroto bersama Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Agus Sanusi kembali datangi Pasar tradisional Rengasdengklok, Selasa (7/6/22).

Kedatangan rombongan Disperindag dan DLHK tersebut untuk melakukan sosialisasi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi bekas pasar kepada para pedagang, sekaligus menghentikan pembangunan kembali lapak di pasar Rengasdengklok lama oleh FP3R. Hal ini diutarakan Kepala Disperindag Karawang, H. Ahmad Suroto kepada sejumlah awak media.

“Kita kesini dalam rangka menindaklanjuti apa yang menjadi dialog saat pertemuan dengan Bupati tentang sosialisasi rencana pembanguan RTH ke depan. Tapi kita juga mendengarkan apa yang menjadi keinginan atau aspirasi para pedagang FP3R, untuk solusinya kita masih menunggu hasil koordinasi Wakil Bupati beserta jajaran dengan PT. KAI,” kata Suroto.

Ia pun meminta kepada FP3R untuk menghentikan sementara pembangunan lapak atau auning tempat berdagang yang tengah dibangun. Kadisperindag pun memastikan bahwa proses relokasi pedagang ke pasar Proklamasi akan tetap berjalan. (red)