KUTAWALUYA, Spirit
Masyarakat Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, Jawa Barat mengaku geram dengan tingkah laku siswa yang sering kali membuat keonaran. Hal tersebut diungkapkan pasca terjadinya insiden tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jembatan Kampung Sunyar, Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya.
Warga Desa Sindangkarya, Hermawan (24), mengatakan, tawuran yang melibatkan beberapa SMK tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 wib di Jembatan Kampung Sunyar dengan bermodalkan senjata tajam jenis gergaji, gir, corbek, samurai, cerurit, dan benda tumpul lainnya. Di duga sengaja di buat oleh para pelajar untuk penyerangan yang di tujukan kepada SMK Taruna Karya 3 Nurul Falah.
“Kita rampas senjata tajam yang digunakan mereka, dan menyerahkan kepada pihak desa untuk diamankan,” kata Hermawan di kantor Desa Sindangkarya, Rabu (10/10).
Hermawan menjelaskan, jika penyerangan tersebut dilakukan oleh sekelompok siswa SMK Ristek Karawang saat konvoi merayakan hari jadi bersama SMK IPTEK Cilamaya. Dalam penyerangan tersebut, lanjut dia, dirinya memperkirakan ada sekitar 50 motor lebih dengan masing-masing pelajar membonceng dua hingga tiga orang.
“Saya melihat langsung kejadian tersebut dan berusaha melerainya, karena khawatir membabi buta kepada masyarakat yang tak berdosa, sampai baju saya sobek terkena sabetan samurai yang dibawa mereka,” akunya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMK Taruna Karya 3 Nurul Falah, Khaerudun, mengatakan, pada saat kejadian berlangsung, siswanya sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sehingga tidak sempat terjadi kontak fisik antara siswanya dengan siswa SMK Ristek. Bahkan dirinya mengaku jika penyerangan tersebut dilakukan setiap tahun oleh sekolah yang sama saat merayakan ulang tahun.
Ia mengaku sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, apalagi dengan banyaknya senjata tajam yang dibawa oleh siswa. Bahkan, sebelum dilerai oleh masyarakat, ada siswa yang sengaja menyalakan sekaligus menodongkan petasan jam hoe ke dalam area sekolah SMK Taruna Karya 3 Nurul Falah.
“Alhamdulillah tidak ada korban satu pun dari sekolah kami, karena tidak sempat terjadi kontak fisik, hanya saja masyarakat dibantu pihak kepolisian langsung turun dan melerai karena merasa resah dengan banyaknya senjata tajam. Saat ini kami sudah melakukan mediasi dengan sekolah SMK Ristek Karawang untuk bersama-sama berupaya agar kejadian tawuran seperti ini tidak terulang kembali,” katanya. (dar)

