Tujuh Bulan Belum Dibayar, Warga Sedari Tagih Upah Kerja Rp700 Juta ke PT Pertamina

KARAWANG, Spirit – Sejumlah warga Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, hingga kini masih menunggu pembayaran upah dari PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java MB2 (PHE ONWJ MB2) atas pekerjaan yang telah mereka selesaikan sejak November 2025. Memasuki Juni 2026, hak para pekerja tersebut belum juga diterima, meski pekerjaan telah rampung berbulan-bulan lalu.

Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sedari, H. Bisri Mustopa, menyampaikan bahwa warga hanya menuntut hak atas pekerjaan yang telah mereka kerjakan, bukan meminta bantuan ataupun bentuk pemberian lainnya.

Menurut Bisri, nilai pembayaran yang hingga kini belum terealisasi diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta. Ia menilai wajar apabila masyarakat mulai mempertanyakan kejelasan pencairan upah yang telah lama mereka tunggu.

“Warga sudah melaksanakan pekerjaannya dan memenuhi kewajibannya. Saat ini mereka hanya meminta hak yang memang seharusnya diterima. Kami berharap pihak Pertamina dapat segera memberikan kepastian terkait pembayaran tersebut,” ujar Bisri.

Ia mengatakan, keterlambatan pembayaran ini menimbulkan kegelisahan di kalangan warga. Pasalnya, bagi sebagian masyarakat, upah tersebut merupakan sumber penghasilan yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pemerintah Desa Sedari, lanjutnya, telah beberapa kali melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait guna mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian yang dapat menjawab harapan masyarakat.

“Yang diperjuangkan warga adalah hak atas pekerjaan yang sudah selesai mereka laksanakan. Bukan bantuan, hadiah ataupun sumbangan,” tegasnya.

Belum adanya penyelesaian atas persoalan ini membuat masyarakat terus mempertanyakan alasan di balik belum cairnya pembayaran pekerjaan yang telah diselesaikan sejak akhir tahun lalu.

Selain menyoroti persoalan upah pekerja, Bisri juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan di wilayah pesisir Sedari yang selama ini menghadapi ancaman abrasi pantai. Menurutnya, masyarakat berharap adanya kepedulian nyata terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Ketika hak mereka belum terpenuhi dan abrasi terus mengancam, tentu ada harapan agar perhatian yang diberikan tidak hanya sebatas wacana,” katanya.

Saat ini, masyarakat Sedari mengaku tidak lagi membutuhkan janji-janji ataupun penjelasan yang bersifat normatif. Yang mereka harapkan adalah langkah konkret dan kepastian terkait pembayaran upah yang telah lama tertunda.

Bagi warga, persoalan ini sebenarnya sederhana. Pekerjaan telah selesai dilaksanakan, tenaga dan waktu telah dicurahkan, sehingga hak yang menjadi kewajiban pemberi pekerjaan sudah sepatutnya segera dibayarkan.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Sedari masih menantikan kepastian terkait pencairan upah pekerjaan yang belum mereka terima. (ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *