KARAWANG – Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), menggelar pelatihan teknik dasar renang gaya bebas berbasis permainan bagi guru jenjang sekolah dasar (SD), di Aula SDIT Nurul Imam, Kecamatan Majalaya, Karawang, Kamis (30/7/2026).
Pelatihan yang diikuti 40 guru olahraga (KKGO) di Karawang, merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan tiga dosen dari program studi S2 Pendidikan Jasmani (Penjas), dan program studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Unsika.
Ketiga dosen yang melaksanakan kegiatan PkM yaitu Dr. Ruslan Abdul Gani, M.Pd (ketua PkM/S2 Penjas), Tedi Purbangkara, M.Pd (anggota/S1 PJKR), dan Yuniati Sani Darmayanti, M.Pd (anggota/S1 PJKR).
Selain tersaji materi dari tim PkM (Dr. Ruslan Abdul Gani, M.Pd, dan Yuniati Sani Darmayanti, M.Pd), seluruh peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh Dr. Oman Unju Subandi, M.Pd dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Ketua PkM, Ruslan, mengatakan, dalam kegiatan PkM yang juga melibatkan mahasiswa S2 Penjas, Rini Apriyanti Johari, para peserta mendapatkan materi terkait pelatihan teknik dasar renang gaya bebas berbasis permainan (Dr. Oman Unju Subandi, M.Pd), dan pemanasan dalam olahraga renang (Dr. Ruslan Abdul Gani, M.Pd dan Yuniati Sani Darmayanti, M.Pd).
“Selain materi teori, peserta mendapatkan sesi praktik langsung di Kolam Renang M. Nuhi Lubis Yonif 305/Tengkorak,” ujar Ruslan, Kamis (30/7/2026).
Dijelaskan Ruslan, kegiatan pelatihan renang penting diberikan kepada guru jenang sekolah dasar. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar olahraga renang kepada para siswanya.
“Melalui pemahaman materi yang mendalam, proses transfer ilmu di sekolah diharapkan akan berjalan lebih optimal, sehingga keterampilan renang gaya bebas siswa di sekolah masing-masing dapat meningkat,” jelas Ruslan.
Selain itu, lanjut Ruslan, dengan pengajaran renang yang tepat dan terprogram, diharapkan dapat mendorong meningkatnya minat siswa terhadap olahraga renang, yang bermuara pada lahirnya bibit-bibit atlet renang berkualitas sejak usia dini.
“Lewat pelatihan ini, kami juga berharap para guru mampu mendampingi siswa-siswinya belajar renang dengan aman saat berada di dalam air,” harap Ruslan. (red)
