KARAWANG, Spirit – Selama hampir 2 bulan, sejak 12 Juli lalu, pencemaran pantai utara Karawang oleh tumpahan minyak mentah akibat bocornya pipa di anjungan lepas pantai YYA-1 milik Pertamina area PHE-ONWJ terus berlangsung bahkan masyarakat sekitar tak lagi merugi secara materi. Minyak mentah yang diketahui merupakan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut pun telah merusak ekosistem di laut dan pantai utara Karawang bahkan telah berdampak kepada kesehatan masyarakat sekitar.



Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai PKS, Abdul Hadi Wijaya yang berkesempatan datang ke beberapa lokasi terdampak setelah melihat langsung kondisi terakhir hanya berharap Pertamina dapat segera menangani kebocoran pipanya itu.

“Jangan sampai dilupakan saja masyarakat terdampak di sini, kita mendukung Gubernur, Bupati yang telah datang melihat langsung. Saya juga apresiasi Pertamina yang tengah melakukan pembersihan di pesisir pantai utara Karawang ini,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, disela-sela kunjungannya di Desa Pusaka Jaya Utara, Sabtu (7/9/2019).

Saat ini yang menjadi permasalahan, lanjut pria yang telah dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Barat untuk ketiga kalinya itu, adalah belum tertutupnya kebocoran pipa yang berdampak luas bagi masyarakat sekitar.

“Pertamina juga harus terbuka kepada masyarakat tentang progres penanggulangan, informasi yang saya terima dari Kades di sini kebocoran mungkin dapat diatasi pada bulan Oktober mendatang. Diharapkan penangan tidak lagi mundur atau molor,” paparnya.


Masih menurutnya, korban jatuh sakit pun harus mendapatkan penangan cepat dan baik, dan informasi yang diterimanya untuk Desa Pusaka Jaya Utara tak kurang dari 400 warganya telah terdata sakit.

“Daya tahan manusia juga terbatas, kini semua tergantung Pertamina untuk segera menanggulangi kebocoran, semakin lama efeknya semakin luas dan semakin serius. Juga berharap kepada Pemprov dan Pemkab untuk melakukan antisipasi, jika harus kan ada dana darurat, tinggal disesuaikan kebutuhannya,” pungkasnya. (dar)