KARAWANG, Spirit – Tanggapi pernyataan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Divisi Humas dan Medianya, Fahmi Rukmana menyatakan bahwa pernyataan Bupati tersebut dianggap sebagai atensi bagi KONI dan pihaknya sangat terbuka untuk setiap masukan, tanggapan dan saran yang membangun untuk kemajuan induk olahraga ini.



“Apa yang bupati sampaikan menjadi sangat penting sebagai input kedalam yang positif bagi KONI untuk menjadi lebih baik,” katanya, Minggu (9/8/2020).

Dinamika yang terjadi, sambung dia, merupakan tantangan bagi segenap kepengurusan KONI 2020-2024.

“Insya Allah, ini jadi tantangan juga sebenarnya untuk KONI dengan berusaha semaksimal mungkin menunjukan kinerja yang baik, serta menjaga amanah yang telah diberikan,” sambungnya.

KONI juga, ssambungnya akan terus melakukan komunikasi yang baik dengan semua pihak terutama dengan pemerintah daerah. Mengingat kemajuan olahraga Karawang memerlukan support dan dukungan seluruh komponen masyarakat.

“Komunikasi tetap terjalin, terutama dengan ibu bupati. Mudah-mudahan secepatnya KONI bisa bertemu dengan beliau,” tutupnya.

Bupati Kecewa

Sebelumnya, seperti dilansir Jabarnet.com baru-baru ini, Bupati Karawang akhirnya buka suara mengenai komposisi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Orang nomor satu di Karawang ini mengaku kecewa atas proses dan hasil dari pengisian pengurus di organisasi induk olahraga ini.

Bupati Karawang ini tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas pengisian kepengurusan KONI Karawang periode ini.

“Terus terang saya kecewa. Ada beberapa kesalahan hal yang menurut saya krusial,” kata Bupati.

Pertama, sambung dia, soal nama-nama pengurus yang berbeda dengan yang diajukan.

“Dalam draft SK pengurus yang diajukan kepada saya, ternyata berbeda dengan SK yg sekarang ada,” tegasnya.

Kemudian masalah lainnya ialah komposisi kepengurusan yang tidak berimbang antara politisi dan professional.

“Seharusnya imbang antara politisi dan professional. Kalau saya lihat sekarang keterwakilan politik justru lebih mendominasi dibanding profesional,” ketusnya.

Belum lagi, ia mengaku heran jika ada yang menyebut pengurus KONI titipan penguasa.

“Katanya pengurus KONI titipan penguasa. Sekarang dibuka aja. Partai A dapat berapa, Partai B dapat berapa. Kalau memang titipan penguasa, partai saya Demokrat harusnya paling banyak dong. Nyatanya, Demokrat aja dapat 4, itu pun 2 mengundurkan diri. Jadi tinggal 2. Jadi apanya yang titipan penguasa?,” kata Cellica dengan nada bertanya. (ist/dar)