JAYAKERTA, Spirit



Diduga tak maksimal jalani metode pemeliharaan yang diberikan pendamping program, kandang yang menampung ribuan bebek bantuan kementrian Pertanian RI melalui program Demfarm corporation yang dikelola kelompok ternak sauyunan Desa Kampung Sawah dikeluhkan masyarakat.

Dikatakan salah seorang warga, Acep Sukandi (69), kandang bebek yang berlokasi tak jauh dari rumahnya tersebut menimbulkan bau yang sangat mengganggu.

“Selain bau yang timbul, sumur pun mulai tercemar. Air sumur juga ikut berbau tak sedap,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, beberapa waktu lalu, Selasa (11/6/2019).

Masih menurutnya, warga pun telah melayangkan surat keberatan atau penolakan terhadap keberadaan kandang bebek tersebut kepada pemerintah desa setempat beberapa waktu lalu.

“Keinginan kami hanya lokasi kandang bebek tersebut dapat segera dipindahkan, untuk menghindari jatuh korban dari warga. Sebab jelas keberadaan kandang bebek tersebut tidak baik untuk kesehatan warga sekitar, berharap ada tindak lanjut dari pemdes setempat,” tegasnya.

Ditempat berbeda Sekertaris DPP Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gibas Jaya, Anggadita menegaskan akan memberikan pendampingan hukum terhadap warga yang dirugikan oleh keberadaan kandang bebek tersebut.

“Kita akan lakukan audiensi dengan dinas terkait, dan apabila diperlukan dan diminta kita akan layangkan somasi kepada kelompok ternak terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kampung Sawah Kecamatan Jayakerta, Adi Kurniadi mengatakan pihak Pemdes Kampung Sawah telah melakukan koordinasi dengan para pendamping program dari kementerian pertanian RI.

“Bukannya tidak merespon keluhan masyarakat, hal ini butuh proses dan koordinasi dengan para pendamping program. Dan kalau memang perlu kita akan pindahkan kandang tersebut. Kami masih terus berkoordinasi dan dalam waktu dekat kita akan ke bogor untuk proses lebih lanjut,” jelasnya, Rabu (12/6/2019). (dar)