KARAWANG, Spirit – Meski diwajibkan untuk membayar tagihan setiap bulannya tanpa ada keterlambatan, pelanggan PLN di Dusun Puloharapan RT 005 RW 002, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta masih harus mengalami ketidaknyamanan atas layanan PLN ULP Rengasdengklok. Bahkan ketidaknyamanan tersebut dialami warga dalam kurun waktu yang panjang.

Sehingga terkesan PLN ULP Rengasdengklok tak peduli atas layanannya dan terkesan enggan menambah investasi guna mengatasi kendala yang ada selama ini.

Pasalnya, para pelanggan di Dusun tersebut yang kebanyakan adalah pelaku UMKM di Kabupaten Karawang, kerap mengalami terputusnya aliran listrik atau mati listrik sehingga mengganggu aktifitas usaha dan aktifitas keseharian mereka.

Dikatakan salah seorang warga, yang juga pelanggan PLN, Heri, seperti biasa tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, aliran listrik di wilayah Dusunnya tinggal terputus atau mati semenjak jam 9 malam hingga jam 02.00 dinihari.

“Mati listrik malam hari jelas membuat seluruh warga tidak nyaman, apalagi untuk anak-anak balita. Kejadian ini bukan kali ini saja, bahkan seminggu ini kita telah mengalami tiga kali mati listrik,” keluhnya, Selasa (14/6/22) dini hari kepada awak media.

Lebih lanjut Heri mengungkapkan bahwa di wilayahnya tinggal, kejadian aliran listrik terputus atau mati listrik telah menjadi satu kebiasaan yang menahun dan jelas penyebabnya.

“Bisa seminggu sekali aliran listrik di sini terputus, jelas tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Menurut informasi yang saya dapat, karena disebabkan gardu yang berada di kantor Desa Kampungsawah terbakar atau meledak, mungkin karena kelebihan beban, dan itu sudah tahunan berlangsung tanpa ada solusi dari PLN,” ungkapnya.

Masih menurutnya, warga telah seringkali melapor ke PLN ULP Rengasdengklok atas kejadian putusnya aliran listrik yang kerap terjadi dan sangat mengganggu aktifitas warga tersebut.

“Harusnya PLN ULP Rengasdengklok mencari solusi agar kejadian serupa tak terus berulang sehingga terus merugikan masyarakat, terutama para pelaku UMKM atau pengusaha konveksi yang banyak terdapat di wilayah ini. Kami bayar tagihan, bila menunggak satu bulan saja, langsung ada ancaman memutus aliran listrik pelanggan, ini jelas tak sebanding lurus antara hak dan kewajiban,” tegasnya.

Entah karena apa, sampai dengan berita ini terbit belum ada klarifikasi dari pihak PLN ULP Rengasdengklok, dan diketahui selain di Dusun Puloharapan, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, terputusnya aliran listrik PLN di hari yang sama pun dialami pelanggan yang berada di wilayah Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok dan sekitarnya. Bahkan hari sebelumnya sebagian besar pelanggan di wilayah Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok pun mengalami hal yang sama. (red)