RENGASDENGKLOK, Spirit – Tak berbanding lurus dengan peraturan yang diterapkan kepada para pelanggan PLN, hari ini semenjak pukul 9.30 WIB suplay listrik PLN ke pelanggan di area UPL Rengasdengklok putus tanpa pemberitahuan, Rabu (31/7/2019).



Sehingga membuat pelayanan kepada masyarakat tersendat, dari kantor pemerintahan desa sampai dengan pelayanan di kantor kecamatan.

Dikatakan Kepala Desa (Kades) Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok, bahwa suplai listrik dari PLN area Rengasdengklok putus semenjak jam 9.30 pagi saat kantor desa ramai oleh masyarakat yang ingin mengurus keperluan administrasinya masing-masing dan tak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kita langsung mencari sumber liatrik lain (genset-red), selain melayani masyarakat kita juga sedang membangun aula dan butuh listrik untuk meneruskan pekerjaan,” jelas Darim kepada Spirit Jawa Barat di ruang kerjanya, Rabu (31/7/2019).

Ditempat berbeda staff kecamatan Rengasdengklok bagian pelayanan umum, Devi mengatakan hal yang sama, akibat dari putusnya aliran listrik dari PLN pelayanan administrasi di kecamatan Rengasdengklok pun terganggu.

“Untuk perekaman e-KTP kita hentikan karena perangkat tidak dapat digunakan, dan untuk pelayanan pembuatan Surat Keterangan (Suket) kita tetap menerima karena pencetakan Suket dilakukan di Disdukcatpil Karawang,” ungkapnya.

Berbeda dengan pelayanan di kantor pemerintahan, masyarakat kecil Rengasdengklok yang memiliki usaha berdagang jelas mengalami gangguan sehingga mendapat kerugian.

“Ya jelas merugikan, karena kita tak maksimal melakukan kegiatan hari ini. Banyak pelanggan yang akhirnya urung membeli,” jelas salah seorang pedagang Pop Ice di sekitaran SDN Rengasdengklok II yang enggan disebutkan namanya.

Sementara pihak PLN UPL Rengasdengklok belum bisa memberikan keterangan saat di hubungi Spirit Jawa Barat melalui pesan singkat. (dar)