KARAWANG, Spirit – Pembangunan projek Pembangit Listrik Tenaga Gas uap (PLTGU) Jawa I di Cilamaya Kabupaten Karawang, besutan dua BUMN raksasa Indonesia, PT Pertamina dan PT PLN, sudah mencapai 89,5%.

Atas capaiannya, sebanyak 118 unit tower sudah berhasil diselesaikan PT Jawa Satu Power (JPS) sebagai oprator dari PLTGU Jawa I.

“Hingga akhir Oktober, pembangunan PLTGU Jawa I secara keseluruhan berada di kisaran 89,5%,” ujar External Manager PT JPS Tig Djulio saat berkesempatan menyampaikan presentasinya di depan awak Media, di salahsatu Cafe di Karawang, Rabu (11/11/2020).

Dijelaskannya, tower listrik tersebut membentang sepanjang 52 kilometer dari lokasi pembangkit listrik di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat ke Gardu switching 500 kV Cibatu Baru II/Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Planing terdekat PT JPC adalah akan menyerahkan 118 tower listrik maupun gardu switching yang merupakan fasilitas khusus kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pengoperasiannya, sementara saat ini PLN tengah melakukan penilaian akhir terhadap aset tersebut.

“Rencananya pada bulan Desember aset tersebut resmi kami serahkan ke PLN,” katanya.

Lebih lanjut Tig juga menyampaikan gambaran umum seputar proyek nasional tersebut.
Menurutnya proyek IPP Jawa-1 merupakan proyek yang mengintegrasikan fasilitas gas dengan proyek pembangkit listrik yang terdiri dari PLTGU 1.760 MW, FSRU, pipa gas antara PLTGU dengan FSRU, dan jalur transmisi yang menyambungkan PLTGU dengan titik interkoneksi. LNG yang dipasok oleh PLN akan diterima dan diregasifikasi di unit FSRU dan selanjutnya dialirkan dalam bentuk gas ke unit PLTGU Jawa-1 melalui pipa gas offshore dan onshore.

Selanjutnya listrik yang dihasilkan PLTGU Jawa-1 akan disalurkan ke PLN selama 25 tahun dengan skema BOOT (Build, Own, Operate, and Transfer) ke sistem kelistrikan Jawa-Bali melalui jaringan transmisi 500 kV dari lokasi pembangkit ke gardu induk 500 kV PLN. IPP Jawa-1 akan menjual energi listrik ke PLN dengan PPA (Power Purchase Agreement).

Proyek IPP Jawa-1 tepatnya berlokasi di desa Cilamaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat di lahan milik PT Pertamina Gas (Pertagas) seluas 30 Ha.
FSRU akan ditambatkan di laut Cilamaya dengar jarak 20 km dari pantai. FSRU dan PLTGU Jawa-1 tersambung dengan pipa gas sepanjang 21 km, 14 km pipa gas offshore dan 7 km pipa gas onshore. Listrik yang dihasilkan PLTGU Jawa-1 dialirkan ke gardu induk milik PLN di desa Sukatani, kabupaten Bekasi melaui transmission line sepanjang 52 km.
Kepemilikan saham JSP dimiliki oleh konsorsium PPI, Marubeni, dan Sojitz dengan kepemilikan saham PPI 40%, Marubeni 40%, dan Sojitz 20%. Tig yakin keseluruhan pembangunan PLTGU akan selesai seperti target yang ditetapkan.

“Target COD (Commercial Operation Date) PLTGU Jawa 1 pada 15 Desember 2021,” pungkasnya. (bal)