KARAWANG, Spirit



Ribuan massa dari pengurus dan simpatisan partai Gerindra Kabupaten Karawang dan Purwakarta, padati Istana Kana yang berada di jalan raya Ahmad Yani No.9 Cikampek, untuk menghadiri kegiatan bertema Prabowo Menyapa Masyarakat Jawa Barat, Sabtu pagi (31/3).

Menurut pantauan awak media, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Letjen (Purn) Prabowo Subianto, tiba di lokasi acara sekitar pukul 09:30 WIB dan langsung disambut dengan teriakan “Gerindra Menang Prabowo Presiden, Asyik Gubernur”.


Mantan Danjen Kopasus dengan pangkat bintang tiga itupun menyapa masyarakat Kabupaten Karawang dan Purwakarta dalam rangka konsolidasi untuk memenangkan paslon nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), pada Pilgub Jabar yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.

Sebelum acara inti digelar, Ketua DPC partai Gerindra Kabupaten Karawang, H Ajang Sopandi, dalam sambutannya mengatakan, partai Gerindra Kabupaten Karawang optimis bisa memenangkan Paslon Asyik pada Pilgub Jabar 2018.

“Kami optimis bisa memenangkan paslon Asyik pada pilgub Jabar 27 Juni 2018. Kemenangan pilgub Jabar 2018 ini akan menjadi modal kami untuk merebut kekuasaan pada Pilpres 2019,” kata Ajang Sopandi dalam sambutannya dengan nada berapi-api.

Lebih lanjut Politisi partai Gerindra Karawang itu menjelaskan, saat ini bangsa Indonesia tengah mengalami sakit sehingga harus ada perubahan yang dilalui dengan cara perebutan kekuasaan pada pilpres 2019 mendatang.

“Bangsa Indonesia sekarang ini sedang sakit, mari kita rebut kekuasaan dengan cara mengganti kepemimpinan yang ada dengan memenangkan Bapak Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, sebelumnya terlebih dahulu kita harus memenangkan Asyik di Pilgub Jabar 2018,” katanya

Masih kata Ajang menegaskan, kepemimpinan di tingkat elit yang ada di pusat tidak mampu bekerja dengan baik sehingga masyarakat harus menerima beban berat berupa kenaikan harga di berbagai sektor.

“Pemimpin kita saat ini gemar pencitraan, oleh karena itu kita jangan tertipu untuk yang kedua kalinya. Pemerintah kita juga tidak mampu bekerja, hal itu terbukti dengan naiknya harga-harga di berbagai sektor seperti kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik), Bahan Bakar Minyak (BBM), sembako dan lain sebagainya,” pungkasnya. (bal)