KARAWANG, Spirit – Polres Karawang mendeteksi ratusan demonstran ‘tak jelas’, yang diduga berniat membuat kisruh, aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Karawang.Ironisnya, puluhan orang terbukti mabuk, dan masih berstatus pelajar.

“Kami mengamankan 141 orang diduga hanya ikut-ikutan unras dan melakukan aksi penyerangan kepada petugas,” unkap Kapolres Karawang, AKBP Arif Rachman Hakim melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana, Kamis (8/10/2020) di Mapolres Karawang.

Dipaparkan Oliestha, 33 orang diantaranya diamankan petugas, 7 Oktober 2020 , dan 108 orang lainnya menyusul 8 Oktober 2020.

“Tujuh puluh empat orang diantaranya masih di bawah umur,”sambung Oliestha.

Bahkan, menurutnya, 11 diantaranya masih berstatus siswa SMP, dan 40 orang berstatus siswa SMA, dan 23 orang lainya tidak bersekolah.

“Satu orang kami periksa intensif karena menyerang petugas,” katanya.

Temuan lainya, 48 orang yang ditangkap terbukti berada dalam pengaruh miras dan obat-obatan terlarang.

“Setelah dites urin, 48 orang pendemo positif mengandung thc, benzo dan amphetamin, karena kebanyakan di bawah umur, kami kirim untuk direhab,” kata Kasat Narkoba Polres Karawang AKP Aji Setiaji, menyusul memberikan keterangan.

Selain itu, polisi juga mengamankan barangbukti berupa batu, pilok, dan kendaraan yang digunakan para pelaku, yang diduga digunakan untuk memprovoksi demonstran serta tindakan vandalisme. (tar)